Boyolali – Jumat, 10 Desember 2021 Kabupaten Boyolali menerima kunjungan kerja kesehatan bersama Wakil Menteri Kesehatan RI. Maksud dan tujuan kegiatan kunjungan yaitu berkaitan dengan Ekspose Pembangunan Daerah Bersama Media Massa. Penerimaan Wamenkes beserta tim kunjungan dilaksanakan di Pendopo Ageng, Kabupaten Boyolali pukul 08.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa saat ini ada tiga persoalan penting berkaitan dengan kesehatan yang harus dikerjakan saat ini, yaitu mengatasi pandemi, menyukseskan vaksinasi dan transformasi bidang kesehatan. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa dalam transformasi bidang kesehatan ada enam pilar yang disasar antara lain, pertama adalah pilar layanan primer. Layanan berbasis masyarakat ini ada di Puskemas. Melalui upaya preventif dan promotif diharapkan segala program dapat dilakukan dengan baik. Wamenkes juga mengungkapkan, Puskesmas akan dibekali dengan fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni, salah satunya alat USG. Nantinya setiap Puskesmas di Indonesia akan disediakan USG. Hal ini karena angka kematian ibu masih tinggi. Sehingga diharapkan ada deteksi dini bagi ibu hamil.
Pilar kedua adalan layanan rujukan. Setelah ditangani di
Puskesmas, yang tidak bisa ditangani akan dirujuk secara medis ke layanan
rujukan. Pilar ketiga yaitu ketahanan kesehatan nasional. Pilar ini sangat
penting, jka nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti bencana atau
pandemi, kita punya ketahanan di bidang kesehatan. Pilar keempat adalah pilar
SDM (sumber daya manusia) kesehatan. Wamenkes menyebutkan bahwa Indonesia masih
kekurangan jumlah tenaga kesehatan, berdasarkan jumlah lulusan dokter di
Indonesia itu kira-kira 12.000 satu tahun sedangkan kebutuhannya mencapai
140.000 dokter, jika dihitung hitung rasio sekitar 1,2 dokter per 1.000
penduduk. Pilar kelima yaitu pembiayaan kesehatan. Diharapkan di tahun 2024,
sekitar 98 persen penduduk Indonesia sudah ter
cover
pembiayaan kesehatan. Sedangkan keenam yaitu pilar teknologi
kesehatan. Dalam kesempetan tersebut wamenkes juga menyampaikan bahwa di
Kabupaten Boyolali telah terealisasi transformasi kesehatan tersebut dengan
berbagai penghargaan yang diterima di bidang kesehatan. Dimana, saat acara juga
dilakukan penyerahan penghargaan yang diraih Kabupaten Boyolali.
Acara penerimaan selesai, dilanjutkan kunjungan ke SD N 9
Boyolali guna melihat dan memantau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada salah
satu sekolah di Kabupaten Boyolali.
Seiring dengan masuknya Kabupaten
Boyolali ke dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1,
beberapa sekolah sudah mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara
bertahap. Wamenkes mencontohkan SD Negeri 9 Boyolali cukup baik menerapkan
protokol kesehatan saat melakukan PTM. Antara lain dengan membagi jam pelajaran
menjadi dua sesi, tiap kelas hanya diisi siswa sebanyak 50 persen dan lama
pembelajaran yakni tiga jam. Metode PTM ini dinilai lebih efektif oleh pengajar
untuk menyampaikan mata pelajaran kepada siswa. Kebiasaan hidup sehat di
Sekolah Dasar (SD) Negeri 9 Boyolali dinilai sudah cukup baik dilaksanakan.
Program hidup sehat tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah sekolah lain di
seluruh Indonesia untuk diterapkan ke siswanya.
Rangkaian acara selanjutnya yaitu peninjauan layanan
kesehatan di RSUD Pandan Arang Boyolali, dimana tujuan kunjungan ke RSUD untuk
memantau dan melihat bagaimana pelayanan kesehatan di Kabupaten Boyolali pada
masa pandemi. Wamenkes juga melakukan diskusi langsung kepada beberapa pasien
dan memberikan kenang-kenangan kepada pasien. Setelah selesai di RSUD
Pandanarang kemudian meninjau Kampung Germas Teguh Beriman dan Puskesmas di
Desa Pranggong Kecamatan Andong, Boyolali.
Kunjungan di Kampung Germas untuk melihat
bagaimana penerapan Kampung Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang ada di
sejumlah desa di Boyolali, salah satunya di Desa Pranggong. Kampung Germas memang
sudah menjadi perhatian Kementerian Kesehatan dalam rangka membangkitkan dan
menjaga kesadaran masyarakat hidup sehat. Pengembangan Kampung Germas yaitu
suatu gerakan mandiri dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
Kampung Germas merupakan inovasi dari Gerakan Masyarakat Hidup
Sehat (GERMAS) dapat dilakukan di Kabupaten Boyolali dengan mengandalkan
potensi lokal yang ada pada masing-masing desa, sehingga mempunyai ciri khas
antar Kampung Germas yang satu dengan lainnya. Wamenkes berharap melalui
Kampung Germas, beberapa target nasional bisa tercapai., dan menginginkan pula
program Kampung Germas dapat dilakukan di desa-desa lain di seluruh wilayah
Indonesia. Beliau juga mengatakan bahwa seusai kunjungan tersebut pihaknya akan
membahas untuk pemetaan wilayah guna pengembangan Kampung Germas secara
nasional.
SALAM GERMAS…………
SEHAT……..BUGAR……..PRODUKTIF……..





Komentar
Tulis komentar