831

KUNJUNGAN KERJA KESEHATAN BERSAMA WAKIL MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KE KABUPATEN BOYOLALI

Nature  

Boyolali – Jumat, 10 Desember 2021 Kabupaten Boyolali menerima kunjungan kerja kesehatan bersama Wakil Menteri Kesehatan RI. Maksud dan tujuan kegiatan kunjungan yaitu berkaitan dengan Ekspose Pembangunan Daerah Bersama Media Massa. Penerimaan Wamenkes beserta tim kunjungan dilaksanakan di Pendopo Ageng, Kabupaten Boyolali pukul 08.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa saat ini ada tiga persoalan penting berkaitan dengan kesehatan yang harus dikerjakan saat ini, yaitu mengatasi pandemi, menyukseskan vaksinasi dan transformasi bidang kesehatan. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa dalam transformasi bidang kesehatan ada enam pilar yang disasar antara lain, pertama adalah pilar layanan primer. Layanan berbasis masyarakat ini ada di Puskemas. Melalui upaya preventif dan promotif diharapkan segala program dapat dilakukan dengan baik. Wamenkes juga mengungkapkan, Puskesmas akan dibekali dengan fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni, salah satunya alat USG. Nantinya setiap Puskesmas di Indonesia akan disediakan USG. Hal ini karena angka kematian ibu masih tinggi. Sehingga diharapkan ada deteksi dini bagi ibu hamil.

Pilar kedua adalan layanan rujukan. Setelah ditangani di Puskesmas, yang tidak bisa ditangani akan dirujuk secara medis ke layanan rujukan. Pilar ketiga yaitu ketahanan kesehatan nasional. Pilar ini sangat penting, jka nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti bencana atau pandemi, kita punya ketahanan di bidang kesehatan. Pilar keempat adalah pilar SDM (sumber daya manusia) kesehatan. Wamenkes menyebutkan bahwa Indonesia masih kekurangan jumlah tenaga kesehatan, berdasarkan jumlah lulusan dokter di Indonesia itu kira-kira 12.000 satu tahun sedangkan kebutuhannya mencapai 140.000 dokter, jika dihitung hitung rasio sekitar 1,2 dokter per 1.000 penduduk. Pilar kelima yaitu pembiayaan kesehatan. Diharapkan di tahun 2024, sekitar 98 persen penduduk Indonesia sudah ter cover pembiayaan kesehatan. Sedangkan keenam yaitu pilar teknologi kesehatan. Dalam kesempetan tersebut wamenkes juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Boyolali telah terealisasi transformasi kesehatan tersebut dengan berbagai penghargaan yang diterima di bidang kesehatan. Dimana, saat acara juga dilakukan penyerahan penghargaan yang diraih Kabupaten Boyolali.

Acara penerimaan selesai, dilanjutkan kunjungan ke SD N 9 Boyolali guna melihat dan memantau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada salah satu sekolah di Kabupaten Boyolali. Seiring dengan masuknya Kabupaten Boyolali ke dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, beberapa sekolah sudah mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara bertahap. Wamenkes mencontohkan SD Negeri 9 Boyolali cukup baik menerapkan protokol kesehatan saat melakukan PTM. Antara lain dengan membagi jam pelajaran menjadi dua sesi, tiap kelas hanya diisi siswa sebanyak 50 persen dan lama pembelajaran yakni tiga jam. Metode PTM ini dinilai lebih efektif oleh pengajar untuk menyampaikan mata pelajaran kepada siswa. Kebiasaan hidup sehat di Sekolah Dasar (SD) Negeri 9 Boyolali dinilai sudah cukup baik dilaksanakan. Program hidup sehat tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah sekolah lain di seluruh Indonesia untuk diterapkan ke siswanya.

Rangkaian acara selanjutnya yaitu peninjauan layanan kesehatan di RSUD Pandan Arang Boyolali, dimana tujuan kunjungan ke RSUD untuk memantau dan melihat bagaimana pelayanan kesehatan di Kabupaten Boyolali pada masa pandemi. Wamenkes juga melakukan diskusi langsung kepada beberapa pasien dan memberikan kenang-kenangan kepada pasien. Setelah selesai di RSUD Pandanarang kemudian meninjau Kampung Germas Teguh Beriman dan Puskesmas di Desa Pranggong Kecamatan Andong, Boyolali. Kunjungan di Kampung Germas untuk melihat bagaimana penerapan Kampung Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang ada di sejumlah desa di Boyolali, salah satunya di Desa Pranggong. Kampung Germas memang sudah menjadi perhatian Kementerian Kesehatan dalam rangka membangkitkan dan menjaga kesadaran masyarakat hidup sehat. Pengembangan Kampung Germas yaitu suatu gerakan mandiri dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Kampung Germas merupakan inovasi dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dapat dilakukan di Kabupaten Boyolali dengan mengandalkan potensi lokal yang ada pada masing-masing desa, sehingga mempunyai ciri khas antar Kampung Germas yang satu dengan lainnya. Wamenkes berharap melalui Kampung Germas, beberapa target nasional bisa tercapai., dan menginginkan pula program Kampung Germas dapat dilakukan di desa-desa lain di seluruh wilayah Indonesia. Beliau juga mengatakan bahwa seusai kunjungan tersebut pihaknya akan membahas untuk pemetaan wilayah guna pengembangan Kampung Germas secara nasional.

SALAM GERMAS………… SEHAT……..BUGAR……..PRODUKTIF……..

Komentar

No results found.

Tulis komentar

Matematika, contoh, 45-12 = 33