Boyolali-
Rabu, 18 Mei 2022 Pemerintah Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Rakor Pokjanal
DBD pada tanggal 18 Mei 2022 di Front One Hotel. Kegiatan ini diselenggarakan
secara langsung/tatap muka yang dihadiri semua pengurus Pokjanal DBD tingkat
kabupaten, dan melalui zoom meeting
untuk semua Camat dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Boyolali. Acara dibuka oleh
Bapak Sekda Kabupaten Boyolali (Drs. Masruri) dalam hal ini sebagai ketua
Pokjanal DBD Tingkat Kabupaten Boyolali. Acara dilanjutkan dengan penandatangan
komitmen bersama serta penyampaian materi secara berturut-turut yaitu materi peran Pokjanal DBD oleh Provinsi Jawa Tengah yang disampaikan
oleh Drs. Juli Santoso, Apt, MMR dan materi Membangun Kawasan Bebas Jentik Oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali disampaiakan oleh Teguh Trikuncoro, SKM, MPH.
Acara dilanjutkan diskusi dan tanya jawab serta kesepakatan dan rencana tindak
lanjut.
Dalam
sambutannya Bapak Sekda menyampaikan bahwa sampai saat ini penyakit DBD masih
menjadi masalah di Kabupaten Boyolali, di mana setiap tahun kasus ini masih
muncul dan mengakibatkan kematian serta menimbulkan keresahan di masyarakat.
Dalam upaya melakukan penanggulangan penyakit DBD perlu adanya koordinasi dan
penyamaan persepsi di semua sektor. Bapak Sekda juga mengajak agar dalam
penanganan penyakit DBD ini untuk belajar dari kesuksesasan penanganan Covid-19
dimana semua unsur bersatu padu dalam penanganan pandemi Covid-19 tersebut.
Melalui
wadah tim Pokjanal Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah ini Bapak Sekda Kabupaten Boyolali berharap semakin terjalin
koordinasi yang kuat dengan lintas program, lintas sektor, dunia usaha, organisasi non pemerintah, organisasi profesi, perguruan
tinggi, dan/atau pihak pihak lain, sehingga boyolali terhindar dari kasus DBD.
Rapat
Koordinasi Pokjanal DBD bertujuan
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup
sehat bagi setiap masyarakat dengan perilaku dan lingkungan yang sehat sehingga
terhindar dari DBD. Sedangkan peran Pokjanal DBD tingkat Kabupaten diantaranya
adalah :
1. Mengadakan pertemuan Pokjanal DBD menurut kebutuhan
sesuai permasalahan yang di temui dilapangan.
2. Menganalisa data, masalah dan kebutuhan pembinaan
serta menetapkan alternatif pemecahan masalah yang di hadapi bagi penentuan
metode pendekatan dalam menggerakkan peran serta masyarakat.
3. Melakukan pemantauan dan bimbingan teknis pengelolaan
program P2 DBD kepada pemerintah tingkat bawah.
4. Melaksanakan Inovasi-inovasi dan terobosan dalam upaya penanggulangan DBD.
5. Melaporkan hasil kegiatan Pokjanal DBD ke Bupati Boyolali setiap 3 bulan sekali





Komentar
Tulis komentar