Boyolali-Selasa,
23 Agustus 2022. Kecenderungan terhadap terjadinya bencana untuk saat ini dan masa
yang akan depan masih cukup besar dan ada kemungkinan akan bertambah jenisnya.
Diperlukan surveilans bencana untuk mengetahui peristiwa yang terjadi secara
mendadak atau perlahan yang menimbulkan dampak terhadap pola kehidupan normal.
Deteksi dini kejadian bencana alam yang terjadi kemudian akan dilakukan proses
pengumpulan data, pengolahan data, analisis dan interpretasi data secara
sistematis dan terus menerus. Selain itu diperlukan penyebaran informasi
epidemiolodi kepada unit pengguna/terkait yang membutuhkan untuk dapat
mengambil tindakan yang disebut surveilans epidemiologi. Dalam rangka
kewaspadaan dini terhadap bencana alam yang dapat dicegah dengan melakukan
refresh tatalaksana penanganan bencana alam.
Dinas
Kesehatan Kabupaten Boyolali mengadakan pertemuan Kewaspadaan Dini terhadap
Bencana Alam di Wilayah Kabupaten Boyolali. Kegiatan dilaksanakan pada hari
Selasa, 23 Agustus 2022 berlokasi di Aula BPBD Kabupatem Boyolali. Sasaran
dalam kegiatan tersebut yakni seluruh petugas Surveilans Puskesmas se-Kabupaten
Boyolali, Lintas Program dan Dinas Sosial Kabupaten Boyolali. Narasumber yang
menyampaikan materi dari Dewan Pengurus Wilayah Himpunan Perawat Gawat Darurat
dan Bencana Indonesia. Setelah pemaparan materi oleh narasumber dilanjutkan
kegiatan diskusi bersama dengan seluruh peserta.
Tujuan
diadakan pertemuan tersebut yaitu untuk memperkuat jejaring atau kerjasama
lintas sektor di Kabupaten Boyolali dan refresh petugas Surveilans dalam
penanganan dan tatalaksana serta deteksi dini dalam menangani bencana alam. Diharapkan
dengan adanya pertemuan tersebut, petugas dapat melakukan deteksi dini kejadian
bencana alam dan melakukan Rapid Health Assesment sesaat setelah kejadian
bencana.





Komentar
Tulis komentar