Boyolali- Kamis, 8 September 2022. Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat atau biasa
dikenal dengan istilah germas tidak lagi hanya sebuah inovasi yang dikenalkan
dari Inpres No.1 Tahun 2017. Germas telah menjadi suatu program indikator baik
di tingkat Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Keberadaan germas
diyakini mampu menggiatkan atau memberdayakan masyarakat dalam lingkup
kesehatan, terutamanya pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
Salah satu rencana aksi pembudayaan germas
adalah di tatanan pendidikan. Dengan munculnya banyak permasalahan kesehatan
pada anak usia sekolah, seperti 32% anak usia 15-24 tahun mengalami anemia,
maka perlu adanya pemberdayaan germas bagi masyarakat sekolah/ madrasah. Fokus
germas di tatanan pendidikan ini diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah dengan 7 indikator, yaitu A-G. Ketujuh indikator tersebut diantaranya
Aktifitas fisik secara teratur dan terukur, Bersama-sama menjaga kebersihan
diri dan lingkungan sekolah, Cek kesehatan secara berkala, Diit gizi seimbang
(isi piringku) dan kantin sehat di sekolah, Edukasi perilaku hidup sehat,Fokus
pada penerapan 4K (KTR, KTN, KTP, KTK) dan Gerakan bersama minum Tablet Tambah
Darah (TTD).
Dengan berkolaborasi bersama Dinas
Kesehatan Kabupaten Boyolali dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Wilayah V Provinsi
Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pertemuan
pemberdayaan germas bagi masyarakat sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam
dua tahap, di mana tahap I telah berlangsung pada Kamis, 8 September 2022.
Adapun peserta yang mengikuti adalah siswa siswi dan guru pendamping dari MAN 1
Boyolali dan SMA 3 Negeri Boyolali.





Komentar
Tulis komentar