Boyolali- Rabu, 24 Agustus 2022. Pada
tahun 2019, data kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan yang dihimpun BPOM
menunjukkan tempat terjadinya KLB keracunan pangan tertinggi yaitu di tempat
tinggal sebanyak 26 kejadian (33,8%), disusul dengan lembaga pendidikan dengan
12 kejadian (15,6%), Adapun urutan jenis makanan yang diduga menyebabkan
keracunan pangan tertinggi adalah masakan rumah tangga sebanyak 31 kejadian
(40,3%). Hal ini menunjukkan bahwa penanganan pangan yang aman perlu terus
dilakukan, didukung dengan pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan terciptanya
konsumen cerdas yang dapat melindungi dirinya sendiri, keluarga, maupun
komunitas masyarakat dari ancaman produk makanan yang tidak memenuhi syarat.
Program
Kader Keamanan Pangan merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan
kemandirian masyarakat dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman
sampai pada tingkat perseorangan. Dalam mendukung program kader keamanan
pangan, pada tanggal 23-24 Agustus 2022, Seksi Farmamin Dinas Kesehatan
Kabupaten Boyolali menyelenggarakan pelatihan kader.
Pelatihan kader merupakan kegiatan untuk membekali kemampuan kader tentang keamanan pangan. Pelatihan untuk kader ini penting dilakukan untuk meningkat kompetensi dan agar kader dapat memberikan sosialisasi keamanan pangan pada komunitas di lingkungan tempat tinggalnya. Pelatihan kader ini diikuti oleh para kader keamanan pangan di Kabupaten Boyolali. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Front One Budget, Kemiri-Mojosongo, Boyolali.
Kegiatan
ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr. Puji Astuti, MM
yang juga mendukung program kader keamanan pangan. Narasumber pada pelatihan
kader ini mendatangkan fasilitator
keamanan pangan dari HIPMIKONDO (Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia)
Kabupaten Klaten. Adanya kader keamanan pangan diharapkan dapat membantu
kapasitas individu dalam masyarakat untuk mengadopsi praktik keamanan pangan
yang baik.





Komentar
Tulis komentar