Boyolali-3 November 2022, Masih adanya kasus angka kematian ibu
(AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Boyolali, menjadi perhatian
khusus bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali. Kabupaten Boyolali
kini masih berada di 10 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang AKI dan AKB
tergolong tinggi. Pada tahun 2020 kasus AKI mencapai 17 kasus. Pada tahun 2021
terdapat 45 kasus dan di tahun 2022 hingga bulan November ini ada 15 kasus AKI.
Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali melalui Bidang Kesmas mengadakan kegiatan
talkshow peran kader dalam upaya penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Boyolali.
Kegiatan berlangsung pada tanggal 3 November 2022 berlokasi di Hotel Front One,
Kemiri, Mojosongo, Boyolali. Dengan berlangsungnya kegiatan tersebut diharapkan
dapat menurunkan AKI dan AKB di Kabupaten Boyolali melalui kader kesehatan.
Pada rangkaian acaranya, dimulai dengan sambutan Ibu Sri Rahayu
Murtiningsih selaku Sub Koordinator Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Dinkes Kabupaten Boyolali tentang upaya penurunan AKI dan AKB memerlukan peran
serta dari semua elemen masarakat utamanya Kader Kesehatan. Kader kesehatan merupakan
ujung tombak yang berperan secara langsung dalam memberikan fasilitasi kesehatan
kepada masyarakat. Kader dapat lebih intens atau ikut memantau ibu hamil yang
ada di lingkungan sekitar lingkungan desa masing masing. Sehingga peran kader
ini semakin optimal dalam membantu angka penurunan angka kematian ibu dan bayi
di Kabupaten Boyolali.
Dalam acara talkshow dipandu secara langsung oleh moderator, ibu
SKC Yunieti yang merupakan seorang penyiar radio. Menghadirkan secara langsung
narasumber yang ahli di bidangnya yaitu dr,Ryan Ibrahim, seorang dokter
spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn) dari RSU Umi Barokah. Materi yang
disampaikan terkait dengan risiko tinggi pada ibu hamil utamanya menekankan
pada penyebab AKI tertinggi yaitu preeklamsi dan anemia. Diharapkan kader dalam
TPK dapat melakukan skrinning risti pada ibu hamil melalui skoring Puji
Rochyati yang dibagikan secara langsung oleh dr.Ryan Ibrahim. Narasumber kedua
yaitu Satryo Sasono,S.H yang memberikan materi optimalisasi tim pendamping
keluarga dalam menurunkan AKI dan AKB. Serta, narasumber yang ketiga yakni
Arina Iswandari dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali yang berbicara terkait
dengan program perencanaan, persalinan dan pencegahan komplikasi.





Komentar
Tulis komentar