Boyolali - Rabu, 10 Maret
2020 dilaksanakan pertemuan terkait pengembangan kasus dan percepatan penanganan
kasus covid-19 di BPBD Kabupaten Boyolali. Kegiatan
tersebut dihadiri oleh Bupati Boyolali,Sekda Boyolali,Kapolres Boyolali ,Dandim,
Asisten 1, Asisten 2, dan semua kepala OPD terkait di Kabupaten Boyolali. Dalam
kegiatan ini Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Boyolali, Bupati Boyolali, M. Said Hidayat dengan tegas akan terus
mendorong percepatan dalam menangani Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan, dr.Ratri.S.Survivalina
menyampaikan terkait laporan perkembangan covid-19 di Boyolali.
Terhitung
pada Rabu (10/3/2021) terdapat 5.670 kasus terkonfirmasi positif covid-19
secara akumulatif di Kabupaten Boyolali. Jumlah kasus aktif yaitu 170 pasien
dengan rincian 36 pasien menjalani perawatan di rumah sakit dan 134 pasien yang
menjalani isolasi mandiri. Pasien sembuh sejumlah 5.289 pasien, Berdasarkan
data tersebut menujukkan bahwa tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Kabupaten
Boyolali cukup tinggi.
Kapasitas
ruang isolasi di RS yang ada di Boyolali yaitu 138 ruang dan terisi sejumlah 33
ruang (24%) dan untuk ruang ICU tidak terisi sama sekali. Hal tersebut
menunjukan jumlah pasien dengan gejala ringan-berat hanya sedikit dan
diharapkan bisa segera sembuh.
Salah
satu upaya penanganan covid-19 yaitu adanya program vaksinasi. Sejak
dicanangkan program vaksinasi pada Januari 2021, Boyolali sudah melaksanakan
vaksinasi pada kelompok yang mendapatkan vaksin pertama antara lain tenaga
kesehatan dan pelayan publik. Sasaran
prioritas vaksinasi selanjutnya yaitu Guru TK, Paud, SD, MI dan RA, Guru SMP
dan MTS, Guru SMA dan MA, Perangat Desa, Dosen, Lansia, Parisiwata/Perhotelan/Restoran,
PKK, dan Dinsos Provinsi (Panti Asuhan Pamardi Utomo).
Tenaga pendidik mendapatkan
vaksinasi prioritas pertama pada saat ini dan sudah mulai berjalan vaksinasi
tersebut. Hal ini sehubungan dengan rencana pembukaan sekolah tatap muka pada
pertengahan tahun 2021.Pengembangan sasaran vaksinasi prioritas hingga tanggal
9 Maret 2020 untuk tenaga pendidik sebagai prioritas pertama yaitu sebesar
2.373 orang. Sedangkan untuk prioritas lainnya belum mulai dilakukan vaksinasi.
Jumlah keseluruhan sasaran vaksinasi yg sudah mendapatkan vaksin secara keseluruhan
hingga tanggal 9 Maret 2020, yaitu 13.189 orang.





Komentar
Tulis komentar