706

APRESIASI PENETAPAN PERDA KTR (KAWASAN TANPA ROKOK), KABUPATEN BOYOLALI MENDAPAT PENGHARGAAN PASTIKA PARAHITA

Nature  


           Boyolali, Kamis-8 Juni 2023. Hari Tanpa Tembakau Sedunia jatuh pada tanggal 31 Mei. Peringatan ini diselenggarakan setiap tahun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dampak buruk konsumsi tembakau, karena tembakau dan produknya berdampak buruk bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Selain itu, peringatan ini juga untuk mengkampanyekan kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia, seperti tujuan ketiga SDG’s tahun 2030.

            Pada tujuan ketiga SDG’s ada dua indikator terkait rokok dan tembakau. Pertama, pada tahun 2030, mengurangi hingga sepertiga angka kematian dini akibat penyakit tidak menular (persentase merokok penduduk usia 10-18 tahun), melalui pencegahan dan pengobatan, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan. Kedua, memperkuat pelaksanaan The Framework Convention on Tobacco Control WHO di seluruh negara sebagai langkah yang tepat.

            Dalam penguatan Framework Convention on Tobacco Control ini dapat dimulai dengan adanya advokasi, kegiatan maupun suatu regulasi/ kebijakan terkait Kasawan Tanpa Rokok. Oleh sebab itu, pada puncak acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini, Kementerian Kesehatan RI memberikan apresiasi penghargaan pada Pemerintah Daerah, Universitas, Puskesmas, Tokoh Masyarakat dan Kelompok Masyarakat yang turut serta dalam pengurangan asap tembakau.

            Ada banyak penghargaan yang diberikan, salah satunya adalah Pastika Parahita yaitu apresiasi bagi Pemerintah Kabupaten/ Kota yang telah menetapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok berupa Peraturan Daerah. Pada penganugerahan penghargaan ini Pemerintah Kabupaten Boyolali diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr. Puji Astuti, MM.

                Dalam rangkaian puncak acara ini juga diselenggarakan Drama Bahaya Asap Rokok oleh Forum Anak DKI Jakarta. Acara ini juga dihadiri oleh Deputi Regional Director Internasional Union Against Tuberculosis and Long Disease dan Teamly Non Communicable Disease and Healthy Population Unic, WHO Indonesia, yang menyampaikan rimaks. Kemudian ditutup dengan penyampaian keynote speech oleh Wakil Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

Boyolali Sehat, Boyolali Metal

Komentar

No results found.

Tulis komentar

Matematika, contoh, 45-12 = 33