Boyolali, Kamis-8
Juni 2023. Hari Tanpa Tembakau Sedunia jatuh pada tanggal 31 Mei. Peringatan
ini diselenggarakan setiap tahun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dampak buruk konsumsi tembakau,
karena tembakau dan produknya berdampak buruk bagi diri sendiri, keluarga,
masyarakat, dan lingkungan. Selain itu, peringatan ini juga untuk
mengkampanyekan kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua
orang di segala usia, seperti tujuan ketiga SDG’s tahun 2030.
Pada tujuan ketiga SDG’s ada dua
indikator terkait rokok dan tembakau. Pertama, pada tahun 2030, mengurangi
hingga sepertiga angka kematian dini akibat penyakit tidak menular (persentase
merokok penduduk usia 10-18 tahun), melalui pencegahan dan pengobatan, serta
meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan. Kedua, memperkuat pelaksanaan The
Framework Convention on Tobacco Control WHO di seluruh negara sebagai
langkah yang tepat.
Dalam penguatan Framework
Convention on Tobacco Control ini dapat dimulai dengan adanya advokasi,
kegiatan maupun suatu regulasi/ kebijakan terkait Kasawan Tanpa Rokok. Oleh
sebab itu, pada puncak acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini,
Kementerian Kesehatan RI memberikan apresiasi penghargaan pada Pemerintah
Daerah, Universitas, Puskesmas, Tokoh Masyarakat dan Kelompok Masyarakat yang
turut serta dalam pengurangan asap tembakau.
Ada banyak penghargaan yang
diberikan, salah satunya adalah Pastika Parahita yaitu apresiasi bagi
Pemerintah Kabupaten/ Kota yang telah menetapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok
berupa Peraturan Daerah. Pada penganugerahan penghargaan ini Pemerintah
Kabupaten Boyolali diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr.
Puji Astuti, MM.
Dalam rangkaian puncak acara ini
juga diselenggarakan Drama Bahaya Asap Rokok oleh Forum Anak DKI Jakarta. Acara
ini juga dihadiri oleh Deputi Regional Director Internasional Union Against
Tuberculosis and Long Disease dan Teamly Non Communicable Disease and
Healthy Population Unic, WHO Indonesia, yang menyampaikan rimaks. Kemudian
ditutup dengan penyampaian keynote speech oleh Wakil Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia.
Boyolali Sehat,
Boyolali Metal





Komentar
Tulis komentar