597

KEGIATAN STUDI TIRU BIRO SETDA PROVINSI JAWA TENGAH DALAM PENANGANAN ODGJ DI KABUPATEN BOYOLALI

Nature  

Dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan pasung, Kabupaten Boyolali sudah mendapatkan penghargaan pada tahun 2022, yaitu Bupati Boyolali diapresiasi sebagai Tokoh Masyarakat yang peduli terhadap kesehatan jiwa. Penghargaan tersebut diberikan pada hari Kesehatan Jiwa Nasional yang diselenggarakan di Provinsi Bali. Dari dasar tersebut, menjadi daya tarik bagi Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah untuk melaksanakan kaji tiru serta mengingat masih ada Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah masih memiliki kasus ODGJ dan pasung yang tinggi.

Pada hari Selasa, 8 Agustus 2023 bertempat di Aula Cempaka Setda Kabupaten Boyolali, Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah mengadakan studi tiru penanganan ODGJ di Kabupaten Boyolali. Dalam kedatangannya, juga diikuti oleh 11 Kabupaten/ Kota yang masih memiliki kasus ODGJ dan pasung yang tinggi, antara lain Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Blora.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa lintas sektor terkait, salah satunya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr. Puji Astuti, MM. Adapun Narasumber kegiatan studi tiru ini adalah Assisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Boyolali dan Dokter Spesialis  Kedokteran Jiwa RSUD Simo. Kegiatan kaji tiru ini disambut hangat oleh Bupati Boyolali. Dalam sambutannya, Bupati Boyolali menyampaikan kalau dalam pembangunan di Kabupaten Boyolali tidak boleh ada yang tertinggal yaitu para pasien ODGJ.

“..ODGJ itu mempunyai hak yang sama dengan warga lainnya akan tetapi masih banyak dari mereka yang belum mempunyai identitas, jaminan kesehatan dan akses ke pelayanan Kesehatan..” demikian yang disampaikan Bupati Boyolali.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Boyolali menyampaikan kalau dalam penanganan ODGJ harus dengan hati yaitu memanusiakan manusia.

Kegiatan penanganan ODGJ di Kabupaten Boyolali dimulai dari data yang valid sebagai sumber penanganan ODGJ. Setelah adanya data valid baru dilakukan koordinasi dengan lintas sektor, mulai dari pembuatan identitas pasien maupun jaminan kesehatan. Untuk pasien pasung juga dilakukan intervensi multi sektor yaitu dari penjemputan pasien dari rumah untuk dirujuk maupun dilakukan pengobatan di rumah (home visite)”, demikian yang disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Boyolali.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa RSUD Simo. Beliau menyampaikan jika pasien tidak dilakukan home visite maka pasien tersebut akan kesulitan akses dalam memperoleh pelayanan Kesehatan.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata dan foto Bersama. Selanjutnya diharapkan untuk peserta kegiatan bila sudah sampai ke Kabupaten/ Kota masing–masing dapat mengimplementasikan hasil pertemuan tersebut.

Komentar

No results found.

Tulis komentar

Matematika, contoh, 45-12 = 33