Dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan
pasung, Kabupaten Boyolali sudah mendapatkan penghargaan pada tahun 2022, yaitu
Bupati Boyolali diapresiasi sebagai Tokoh Masyarakat yang peduli terhadap kesehatan
jiwa. Penghargaan tersebut diberikan pada hari Kesehatan Jiwa Nasional yang
diselenggarakan di Provinsi Bali. Dari dasar tersebut, menjadi daya tarik bagi Biro
Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah untuk melaksanakan kaji tiru serta mengingat
masih ada Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah masih memiliki kasus ODGJ dan
pasung yang tinggi.
Pada hari Selasa, 8 Agustus 2023 bertempat di Aula Cempaka
Setda Kabupaten Boyolali, Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah mengadakan
studi tiru penanganan ODGJ di Kabupaten Boyolali. Dalam kedatangannya, juga diikuti
oleh 11 Kabupaten/ Kota yang masih memiliki kasus ODGJ dan pasung yang tinggi,
antara lain Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Brebes,
Kabupaten Batang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pati, Kabupaten
Rembang, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Blora.
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa lintas sektor
terkait, salah satunya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr. Puji
Astuti, MM. Adapun Narasumber kegiatan studi tiru ini adalah Assisten Ekonomi
dan Pembangunan Setda Boyolali dan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD Simo. Kegiatan kaji tiru
ini disambut hangat oleh Bupati Boyolali. Dalam sambutannya, Bupati Boyolali
menyampaikan kalau dalam pembangunan di Kabupaten Boyolali tidak boleh ada yang
tertinggal yaitu para pasien ODGJ.
“..ODGJ itu mempunyai hak yang sama dengan warga
lainnya akan tetapi masih banyak dari mereka yang belum mempunyai identitas,
jaminan kesehatan dan akses ke pelayanan Kesehatan..” demikian yang disampaikan Bupati Boyolali.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Boyolali
menyampaikan kalau dalam penanganan ODGJ harus dengan hati yaitu memanusiakan
manusia.
“Kegiatan penanganan ODGJ di Kabupaten Boyolali dimulai
dari data yang valid sebagai sumber penanganan ODGJ. Setelah adanya data valid
baru dilakukan koordinasi dengan lintas sektor, mulai dari pembuatan identitas
pasien maupun jaminan kesehatan. Untuk pasien pasung juga dilakukan intervensi
multi sektor yaitu dari penjemputan pasien dari rumah untuk dirujuk maupun dilakukan
pengobatan di rumah (home visite)”, demikian yang disampaikan
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Boyolali.
Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh
dokter spesialis kedokteran jiwa RSUD Simo. Beliau menyampaikan jika pasien tidak
dilakukan home visite maka pasien tersebut akan kesulitan akses dalam
memperoleh pelayanan Kesehatan.
Kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata dan foto Bersama. Selanjutnya diharapkan untuk peserta kegiatan bila sudah sampai ke Kabupaten/ Kota masing–masing dapat mengimplementasikan hasil pertemuan tersebut.





Komentar
Tulis komentar