Evaluasi Vaksinasi Covid-19 dengan Rapid Anti Bodi Bagi Seluruh Karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali

Boyolali – Rabu, 17 Maret 2021, telah dilaksanakan kegiatan evaluasi vaksinasi covid-19 dengan menggunakan uji Rapid Antibodi bagi seluruh karyawan-karyawati Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Vaksinasi covid -19 telah diberikan secara bertahap kepada seluruh tenaga kesehatan, demikian pula seluruh karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali secara bertahap dengan dosis lengkap. Seperti diketahui, vaksinasi covid-19 merupakan langkah yang telah ditempuh oleh pemerintah untuk memutus penyebaran virus corona (covid-19) yang sudah menyebar di Indonesia selama 1 tahun.

Vaksin covid-19 merupakan langkah untuk memberikan kekebalan tubuh manusia terhadap virus covid-19. Apabila suatu kekebalan covid-19 telah terbentuk didalam tubuh dapat meminimalisir seseorang terjangkit Covid-19 atau kerentanan untuk terjangkit Covid-19 menjadi lebih kecil. Maka dari itu, untuk mengetahui apakah udah terbentuk antibodi dari vaksinasi covid-19 perlu dilakukan evaluasi vaksinasi covid-19 dengan menggunakan uji tes rapid antigen.

Seluruh karyawan Dinas Kesehatan yang melakukan uji tes antibody dengan menggunakan rapid antibodi dengan syarat sudah mengikuti vaksin secara lengkap dengan dosis 1 dan dosis 2. Pelaksanaannya dimulai pada pukul 10.00 WIB, dengan prosedur mendaftar terlebih dahulu ke meja pendaftaran kemudian dilakukan rapid antibodi dan diminta menunggu hasil kurang lebih 15 menit.

Hasil dari evaluasi vaksinasi menggunakan anti bodi yang di uji kan menggunakan indikator IgG dan IgM. Hasil menunjukkan IgG berarti bahwa pada karyawan tersebut sudah terbentuk antibodi dari pemberian vaksin covid-19. Hasil yang menunjukkan IgM berarti bahwa pada karyawan tersebut menunjukan antibodi yang terbentuk sudah ada paparan dari virus covid-19 setelah melakukan vaksin covid-19. Hasil yang tidak menunjukkan IgM atau IgG menandakan bahwa belum terbentuk antibodi didalam tubuh dan akan dilakukan vaksin kembali kepada karyawan tersebut. Bagi seluruh karyawan dengan hasil IgG atau IgM dalam pengecekkan antibodi, diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam bekerja maupun bepergian.

 

Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit 

Berita Terkait