Boyolali - Selasa, 23 Maret 2021 bertempat di Ruang Sadewa Kantor Bupati Boyolali, tengah dilaksanakan pelaporan perkembangan data kasus Covid-19 wilayah Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung melalui zoom meeting dengan Satgas Covid Jawa Tengah sebagai narasumber. Pada pelaporan perkembangan kasus Covid-19 ini, untuk wilayah Kabupaten Boyolali dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Boyolali, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Boyolali, serta Komandan Dandim Kabupaten Boyolali.
Dalam pelaporan perkembangan kasus Covid-19, hal yang dilaporkan mencakup angka kesembuhan, angka kematian (mortalitas), kasus aktif, jumlah kasus mingguan, zonasi wilayah,dan jumlah penerima vaksin Covid-19. Untuk Kabupaten Boyolali data per 22 Maret 2021, kumulatif konfirmasi sejumlah 5.744 kasus dengan kumulatif kesembuhan sebanyak 5.097, 185 kumulatif kematian, dan 452 kasus aktif. Sedangkan tren perkembangan jumlah kasus mingguan per Minggu 1 Tahun 2021, mengalami penurunan.
Berikutnya adalah pelaporan zonasi wilayah berdasarkan PPKM Mikro. Untuk Kabupaten Boyolali sendiri masuk dalam zona orange. Sedangkan pada wilayah Kabupaten Boyolali terdapat 22 kecamatan, dengan zona orange sebanyak 12 kecamatan, zona kuning 3 kecamatan dan zona hijau 7 kecamatan. Dari 22 kecamatan tersebut, ada 2 desa dengan zona merah, 14 desa zona oranye, 23 desa zona kuning dan 228 desa zona hijau. Untuk angka kematian Kabupaten Boyolali terdata hingga hari ini adalah 3,4%. Angka ini lebih besar dibandingkan angka kematian Nasional yakni 2,7%. Namun, keberhasilan dalam peningkatan angka kesembuhan Kabupaten Boyolali lebih tinggi dari angka kesembuhan Nasional yaitu 88,7%, sedangkan angka kesembuhan Nasional 85,9%.
Vaksinasi adalah salah satu langkah memutus rantai penularan Covid-19 dengan pembentukan imun tubuh. Proses vaksinasi yang di Kabupaten Boyolali ditargetkan untuk total sasaran sejumlah 163.184 orang. Proses vaksinasi diberikan dalam 2 tahap. Pada tahap I, sasaran yang menjadi target vaksinasi adalah Tenaga Kesehatan (4.564 orang), Petugas Publik (17.090 orang) dan Lansia (397 orang). Adapun target pada tahap II adalah 3.939 Tenaga Kesehatan, 7.761 Petugas Publik, dan 20 Lansia. Namun dalam pelaksanaannya ada beberapa sasaran yang tertunda vaksinasi karena faktor hasil skrining yang tidak memenuhi syarat untuk divaksin. Pada tahap I, cakupan yang sudah divaksin ada 4.197 Tenaga Kesehatan, 16.902 Petugas Publik, dan 391 Lansia. Sedangkan untuk tahap II vaksinasi yang sudah divaksin antara lain 3.931 Tenaga Kesehatan, 7.750 Petugas Publik dan 20 Lansia.





Komentar
Tulis komentar