81

Masih Ada Kusta di Antara Kita

Nature  

Tahukah kamu bahwa di sekitar kita ternyata masih ada penyakit kusta? Ya, kusta masih ada tetapi kusta bukan penyakit kutukan/santet/turunan dari orang tua  ya. Itu hanyalah mitos. 

Kusta adalah penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Nama lain dari kusta adalah Lepra atau Morbus Hansen . Penyakit ini merupakan infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan  bahwa pada tahun 2023, Indonesia masih menempati peringkat tiga dunia dalam jumlah kasus baru kusta, dengan total 12.798 kasus baru. Beberapa provinsi yang mencatat jumlah kasus kusta tertinggi, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, dan Papua.

Siapa yang dapat berisiko terkena kusta?

  1. Melakukan kontak dengan seseorang yang alami infeksi, seperti bersin atau batuk
  2. Kontak dekat dan berulang dengan seseorang yang mengidap penyakit ini yang tidak diobati dalam waktu lama
  3. Tinggal di area endemik Kusta

Penyakit kusta ditularkan dari kuman utuh pada seseorang yang terinfeksi kusta, melalui kontak yang erat dan lama. Gejala yang timbul dapat berupa :

a. Tanda pada kulit

  • Bercak kulit merah atau putih, tidak gatal, mengkilap atau kering bersisik
  • Kulit yang tidak berkeringat dan atau alis mata rontok
  • Penebalan wajah dan cuping telinga
  • Lepuh atau luka tidak nyeri pada tangan atau kaki

b. Tanda pada saraf

  • Nyeri pada saraf tepi
  • Kesemutan, tertusuk-tusuk dan nyeri pada anggota gerak
  • Kelemahan anggota gerak dan atau kelopak mata
  • Disabilitas/deformitas tanpa riwayat kecelakaan

                Lalu apakah kusta bisa disembuhkan? Ya tentu saja kusta bisa disembukan jika dilakukan pengobatan secara tepat. Pengobatan kusta menggunakan MDT (Multi Drag Theray) yang sesuai dengan rekomendasi WHO. Obat ini dapat diperoleh secara gratis di Puskesmas.

Jangan sampai terlambat melakukan pengobatan ya. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi jika           kusta terlambat diobati adalah glaukoma,  kebutaan, gagal  ginjal, kerusakan bentuk wajah., kerusakan permanen pada bagian dalam hidung dan lain-lain. Sedangkan pencegahan yang dapat dilakukan dengan :

  1. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
  2. Deteksi dini, pengobatan dini
  3. Kemoprofilaksis Kusta (pemberian obat yang ditujukan untuk pencegahan Kusta)

Mari bersama-sama kita tanggulangi kusta dengan melakukan upaya pencegahan dan pengendalian dengan tepat.


Penulis : Arum Koesdyahmurti, S.KM

Pengulas : Sri Rahayu Murtiningsih, S.ST

Desain Cover : Kartika Kirana, S.KM


Sumber:

 

 

Komentar

No results found.

Tulis komentar

Matematika, contoh, 45-12 = 33