Kanker payudara merupakan kanker tersering di Indonesia dan merupakan penyebab kematian tertinggi. Data terbaru (Globocan 2020/2024) menunjukkan kasus baru mencapai >80.000 per tahun. Jumlah kasus kanker di Indonesia terus meningkat dan diprediksi melonjak hingga lebih dari 70% pada tahun 2050. Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar diantara jaringan atau organ di dekat payudara atau ke bagian tubuh lainnya.
Gejala dan tanda yang perlu diwaspadai
terhadap kanker payudara antara lain :
- Penambahan ukuran/besar
yang tidak biasa pada payudara
- Salah satu payudara
menggantung lebih rendah dari biasanya
- Lekukan seperti lesung
pipit pada kulit payudara
- Cekungan atau lipatan pada
putting
- Perubahan penampilan
putting payudara
- Keluar cairan seperti susu
atau darah dari salah satu putting
- Adanya benjolan pada
payudara
- Pembesaran kelenjar getah
bening pada lipatan ketiak atau leher
- Pembengkakan pada lengan
bagian atas
Kanker payudara bisa terjadi pada siapa saja,
namun beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi dibanding yang lain. Beberapa
faktor risikonya antara lain:
- Riwayat kanker payudara
dalam keluarga
- Menstruasi terlalu dini
/ menopause terlambat
- Tidak pernah menyusui
- Obesitas dan gaya hidup tidak
sehat
- Penggunaan terapi hormon dalam jangka panjang
Beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai
langkah pencegahan kanker payudara adalah sebagai berikut :
- Jalani Hidup Sehat Secara
Konsisten
Gaya hidup aktif dan sehat
berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon dan meningkatkan sistem imun
tubuh. Aktivitas fisik rutin dapat menurunkan kadar estrogen dan insulin, dua
hormon yang berperan dalam perkembangan kanker payudara. Selain itu, manajemen
stres dan pola tidur yang baik juga membantu menjaga kesehatan secara
keseluruhan. Hindari paparan zat karsinogenik seperti polusi udara dan bahan
kimia berbahaya yang dapat merusak DNA sel.
- Jaga Berat Badan Ideal
Obesitas, terutama setelah menopause, dapat
meningkatkan produksi estrogen oleh jaringan lemak yang dapat merangsang
pertumbuhan sel kanker payudara. Menjaga berat badan ideal melalui diet
seimbang dan olahraga teratur sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko ini.
- Hindari Rokok dan Alkohol
Rokok mengandung berbagai zat karsinogenik
yang dapat merusak DNA dan memicu mutasi sel, termasuk pada jaringan payudara.
Konsumsi alkohol juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara
karena alkohol meningkatkan kadar estrogen dan zat radikal bebas dalam tubuh.
- Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Antioksidan
Antioksidan berperan melindungi sel dari
kerusakan oksidatif yang dapat memicu kanker. Makanan seperti buah beri, jeruk,
apel, sayuran hijau, brokoli, tomat, ikan berlemak, kacang-kacangan,
biji-bijian, teh hijau, kunyit, dan jahe sangat dianjurkan untuk dikonsumsi
secara rutin.
- Rutin Lakukan Deteksi Dini (SADARI &
SADANIS)
Deteksi dini melalui SADARI (Periksa Payudara
Sendiri) yang dilakukan setiap bulan dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis oleh
tenaga medis) minimal setahun sekali sangat penting untuk menemukan kelainan
sejak awal. Mammografi dianjurkan secara berkala terutama bagi wanita di atas
40 tahun atau yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara.
Yuk bersama-sama kita tingkatkan pola hidup
sehat agar bisa terhindar dari kanker payudara.
Penulis : Arum Koesdyahmurti, S.KM
Pengulas : Sri Rahayu Murtiningsih, S.ST
Desain Cover : Kartika Kirana, S.KM
Sumber :
Politekik Kesehatan Kemenkes Semarang, Buku Saku Deteksi Dini Kanker
Payudara, 2021
Kemenkes RI, Deteksi Dini Kanker Payudara Breast Cancer Semakin Cepat Semakin Besar Peluang Sembuh, 5 Agustus 2025, https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4168/deteksi-dini-kanker-payudara-breast-cancer-semakin-cepat-semakin-besar-peluang-sembuh





Komentar
Tulis komentar