Akhir-akhir ini kita sering
mendengar adanya Virus Nipah di berbagai media. Pada tanggal 12 Januari 2026,
otoritas kesehatan India mendeteksi dua kasus suspek penyakit virus Nipah di
negara bagian West Bengal yang terkonfirmasi penyakit virus Nipah melalui hasil
pemeriksaan di National Institute for Virology Pune pada tanggal 13 Januari
2026. Walaupun belum ada kasus di Indonesia, namun kita tetap perlu waspada.
Sebenarnya penyakit dengan
infeksi Virus Nipah bukanlah penyakit yang baru. Penyakit dengan infeksi virus
Nipah pertama kali diidentifikasi berdasarkan laporan wabah yang terjadi pada
peternak babi di sebuah desa di Sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998-1999 yang
berdampak hingga Singapura.
Penyakit dengan infeksi Virus
Nipah merupakan penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah
yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Penyakit
ini dapat ditularkan dari hewan, baik hewan liar atau domestik, dengan
kelelawar buah yang termasuk ke dalam famili Pteropodidae sebagai host
alamiahnya.
Penularan Virus Nipah dapat
terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang
terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine. Selain itu, beberapa penelitian
juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi virus Nipah melalui konsumsi
daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut dimasak kurang
matang.
Selain penularan dari hewan ke manusia, Virus Nipah juga diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien berada dalam kondisi yang menghasilkan banyak sekali cairan tubuh, seperti air liur. Adapun gejala infeksi Virus Nipah antara lain :
- Demam
- Sakit kepala
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Sesak napas
- Muntah
- Kesulitan menelan
- Peradangan otak (ensefalitis)
Penularan Virus Nipah dapat
dicegah dengan cara :
- Hindari kontak langsung dengan
hewan yang berisiko seperti kelelawar dan babi
- Pastikan mencuci sayur dan
buah sebelum mengkonsumsinya. Hindari makanan yang sudah terkontaminasi oleh
hewan.
- Ketika membersihkan kotoran
atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri seperti
sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah.
- Selalu cuci tangan dengan
sabun dan air bersih yang mengalir sebelum dan sesudah berinteraksi dengan
hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah.
- Pastikan daging hewan dimasak
dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah.
Jadi untuk upaya pencegahan,
selalu waspadai faktor risiko, kenali gejala dan biasakan perilaku hidup bersih
dan sehat yaa…
Penulis: Arum Koesdyahmurti,
S.KM
Pengulas : Kartika Kirana,
S.KM
Desain cover : Kartika Kirana,
S.KM
Sumber :
Mengenal Virus Nipah dan
Gejalanya, Kemenkes RI, 5 Oktober 2023,
https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-virus-nipah-dan-gejalanya
Frequently Asked Wuestion
(FAQ) Penyakit Virus Nipah, Kemenkes RI, 14 September 2023
Situasi Penyakit Virus Nipah
di India, Kemenkes RI, 28 Januari 2026
Virus Nipah: Ancaman Zoonotik
dengan Risiko Tinggi — Fakta, Gejala, Penularan, dan Pencegahan, Kemenkes RI,
01 Februari 2026, https://bblabkesmasmakassar.go.id/virus-nipah-gejala-penularan-pencegahan/





Komentar
Tulis komentar