48

Waspada Virus Nipah

Nature  

     Akhir-akhir ini kita sering mendengar adanya Virus Nipah di berbagai media. Pada tanggal 12 Januari 2026, otoritas kesehatan India mendeteksi dua kasus suspek penyakit virus Nipah di negara bagian West Bengal yang terkonfirmasi penyakit virus Nipah melalui hasil pemeriksaan di National Institute for Virology Pune pada tanggal 13 Januari 2026. Walaupun belum ada kasus di Indonesia, namun kita tetap perlu waspada.

    Sebenarnya penyakit dengan infeksi Virus Nipah bukanlah penyakit yang baru. Penyakit dengan infeksi virus Nipah pertama kali diidentifikasi berdasarkan laporan wabah yang terjadi pada peternak babi di sebuah desa di Sungai Nipah, Malaysia pada tahun 1998-1999 yang berdampak hingga Singapura.

    Penyakit dengan infeksi Virus Nipah merupakan penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan, baik hewan liar atau domestik, dengan kelelawar buah yang termasuk ke dalam famili Pteropodidae sebagai host alamiahnya.

     Penularan Virus Nipah dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut dimasak kurang matang.

    Selain penularan dari hewan ke manusia, Virus Nipah juga diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien berada dalam kondisi yang menghasilkan banyak sekali cairan tubuh, seperti air liur. Adapun gejala infeksi Virus Nipah antara lain :

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Sesak napas
  • Muntah
  • Kesulitan menelan
  • Peradangan otak (ensefalitis)

     Penularan Virus Nipah dapat dicegah dengan cara :

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko seperti kelelawar dan babi
  • Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum mengkonsumsinya. Hindari makanan yang sudah terkontaminasi oleh hewan.
  • Ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah.
  • Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah.
  • Pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah.

 

Jadi untuk upaya pencegahan, selalu waspadai faktor risiko, kenali gejala dan biasakan perilaku hidup bersih dan sehat yaa…

 

Penulis: Arum Koesdyahmurti, S.KM

Pengulas : Kartika Kirana, S.KM

Desain cover : Kartika Kirana, S.KM

 

 

Sumber :

Mengenal Virus Nipah dan Gejalanya, Kemenkes RI, 5 Oktober 2023, https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-virus-nipah-dan-gejalanya


Frequently Asked Wuestion (FAQ) Penyakit Virus Nipah, Kemenkes RI, 14 September 2023


Situasi Penyakit Virus Nipah di India, Kemenkes RI, 28 Januari 2026

Virus Nipah: Ancaman Zoonotik dengan Risiko Tinggi — Fakta, Gejala, Penularan, dan Pencegahan, Kemenkes RI, 01 Februari 2026, https://bblabkesmasmakassar.go.id/virus-nipah-gejala-penularan-pencegahan/

Komentar

No results found.

Tulis komentar

Matematika, contoh, 45-12 = 33