Pada bulan
Ramadhan, semua umat Islam melakukan kewajiban untuk berpuasa. Puasa secara
syari’at Islam berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan mulai
dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, disertai dengan niat menjalankan
ibadah puasa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, baik fisik
maupun mental. Beberapa manfaat puasa bagi kesehatan diantaranya :
- Detoksifikasi
tubuh (Pengeluaran racun dari dalam tubuh)
Saat berpuasa,
tubuh tidak menerima asupan makanan untuk sementara waktu, sehingga memberikan
kesempatan bagi organ-organ pencernaan untuk beristirahat. Proses ini membantu
tubuh mengeluarkan racun yang menumpuk di dalam tubuh, meningkatkan kesehatan
hati, ginjal, dan sistem pencernaan.
- Meningkatkan
sensitivitas insulin
Beberapa
penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin,
sehingga membantu mengontrol kadar gula darah. Hal ini sangat bermanfaat bagi
individu yang berisiko terkena diabetes tipe 2.
- Menurunkan
berat badan
Puasa membantu
mengurangi asupan kalori dan meningkatkan metabolisme, yang berkontribusi pada
penurunan berat badan. Saat tubuh kehabisan cadangan glukosa, ia mulai membakar
lemak sebagai sumber energi, yang dapat membantu mengurangi lemak tubuh.
- Meningkatkan
kesehatan jantung
Puasa dapat
menurunkan kadar kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein/LDL), tekanan darah,
dan peradangan dalam tubuh, yang semuanya berkontribusi pada kesehatan jantung
yang lebih baik.
- Meningkatkan
fungsi otak
Beberapa studi
menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan produksi hormon neurotropik yang
berperan dalam pertumbuhan dan perlindungan sel-sel otak. Hal ini berpotensi
menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif (penyakit yang menyebabkan sel-sel
saraf pusat berhenti bekerja atau mati) seperti Alzheimer dan Parkinson.
- Meningkatkan
sistem kekebalan tubuh
Selama puasa,
tubuh mengalami peremajaan sel-sel kekebalan, yang dapat membantu meningkatkan
daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit.
- Memperlambat
proses penuaan
Penelitian
menunjukkan bahwa puasa dapat merangsang produksi hormon pertumbuhan dan
memperlambat proses penuaan dengan mengurangi stres oksidatif
(ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan) dalam tubuh yang dapat
menyebabkan kerusakan sel.
- Meredakan
stres dan tekanan mental lainnya
Salah satu
pemicu kenaikan asam lambung yang tidak diketahui banyak orang adalah mudah
stres atau terserang tekanan mental lainnya. Namun, dengan berpuasa,
kemungkinan seseorang mengalami stres akan berkurang mengingat selama beberapa
jam perut dalam kondisi kosong. Akibatnya, pikiran hanya terfokus pada lapar
dan haus, sehingga stres teralihkan.
Bagi penderita
penyakit tertentu tetap dapat melaksanakan ibadah puasa dengan tips sebagai
berikut :
- Sebelum
berpuasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait masalah kesehatan yang
diderita, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal. Selanjutnya
persiapkan tubuh beberapa hari sebelum berpuasa dengan mengurangi konsumsi
makanan berat dan minuman manis.
- Mengonsumsi
makanan bergizi seimbang, perbanyak air putih saat sahur dan berbuka dan
kurangi asupan gula, garam dan lemak secara berlebihan.
- Lakukan
istirahat dengan tidur yang cukup dan kendalikan stres selama puasa
Dengan penuh
niat, semangat dan bahagia, dapat membantu kita menjalani puasa dengan lancar,
badan tetap sehat dan bugar.
Penulis : Arum
Koesdyahmurti, S.KM
Pengulas : Sri
Rahayu Murtiningsih, S.ST
Desain cover :
Kartika Kirana, S.KM
Sumber :
3 Manfaat
Puasa Ramadhan untuk Kesehatan Lambung, Kemenkes RI, 2 Juni 2019,
https://ayosehat.kemkes.go.id/3-manfaat-puasa-ramadhan-untuk-kesehatan-lambung
Puasa untuk
Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental, Kemenkes RI, 19 Maret 2025,
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4032/puasa-untuk-menjaga-kesehatan-fisik-dan-mental
Puasa Lancar,
Badan Tetap Sehat dan Bugar Kemenkes RI, 18 Maret 2025,
https://ayosehat.kemkes.go.id/puasa-lancar-badan-tetap-sehat-dan-bugar





Komentar
Tulis komentar