Sosialisasi Gratifikasi di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali

Boyolali - Senin, 12 April 2021 pelaksanaan apel pagi di Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Pada kegiatan tersebut disampaikan juga sosialisasi tentang gratifikasi oleh pembina apel yaitu Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ibu Ratri S Survivalina. Dalam kesempatan tersebut ibu Kepala Dinas menyampaikan terkait gratifikasi dan himbauan untuk semua karyawan agar dapat menghindari yang namanya gratifikasi.

Gratifikasi adalah pemberian uang, barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. Dinas Kesehatan merupakan salah satu OPD yang rawan terkait dengan terjadinya gratifikasi. Hal tersebut dikarenakan Dinas Kesehatan memiliki banyak pelayanan publik yang berkaitan dengan masyarakat maupun pemohon dalam proses perizinan. Ibu Kepala dinas menghimbau kepada semua karyawan Dinas Kesehatan untuk menjaga semua kegiatan yang dilaksanakan supaya terhindar dari gratifikasi.

Gratifikasi sendiri ada bermacam-macam jenis kecenderungan adanya gratifikasi. Lingkungan budaya dan kehidupan sosial di masyarakat sudah akrab dengan yang namanya gratifikasi. Pada zaman dulu, pemberian-pemberian kepada seseorang dalam proses apapun itu dianggap sesuai yang lumrah, akan tetapi untuk saat ini hal tersebut harus kita lihat apakah hal tersebut merupakan gratifikasi atau pemberian yang wajar. Pada prinsipnya gratifikasi muncul dari bawahan kepada atasan, sedangkan dari atasan kepada bawahan seringkali merupakan hadiah atau reward atas kinerja. Pemberian dari masyarakat kepada pegawai ASN terkait dengan perizinan dan pengurusan dokumen-dokumen maupun surat yang lain merupakan bentuk gratifikasi juga. Pada saat ini terdapat mekanisme bentuk gratifikasi, apabila dari karyawan tidak bisa menolak gratifikasi tersebut, maka ada suatu konsep bentuk memberi uang pengganti. Selain itu gratifikasi bisa kita laporkan dan kita berikan kepada sektretariat atau Unit Pengelola Gratifikasi di Inspektorat. 

Berita Terkait