Boyolali
- Hari Senin, 03 Mei 2021 Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mendapatkan
kunjungan dari Tim Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) beserta Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah. Maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk melaksanakan
kegiatan monitoring dan evaluasi di Bidang Kesehatan terkait Germas, Stunting,
Penurunan AKI AKB, Kesehatan Lingkungan, dan Kesehatan Kerja. Pada kesempatan
tersebut Boyolali ditunjuk sebagai Kabupaten yang mendapatkan kunjungan monev.
Kegiatan
dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dimulai dengan
penyamputan dan sambutan yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Boyolali, dr.Ratri S Survivalina, MPA sekaligus memberikan paparan terkait
Germas. Kemudian pihak Kemenko PMK menyampaikan tujuan kunjungan dan diskusi
bersama terkait seberapa jauh keberhasilan pemberdayaan masyarakat berdampak
pada peningkatan derajat kesehatan manusia. Dalam waktu dekat Kemenko PMK juga
akan melaksanakan evaluasi germas terkait hambatan, rencana tindak lanjut, dan
capaian dari onovasi germas.
Kemenko
PMK ingin melihat langsung ke Desa yang sudah menerapkan inovasi kampung germas
salah satunya yaitu Desa Glintang, Sambi. Desa Glintang merupakan salah satu
desa yang dipilih oleh Dinas Kesehatan sebagai tempat rintisan kampung germas
dengan meninjau lokasi dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi. Kampung
germas di Glintang, Sambi sudah memiliki lokus-lokus untuk 12 indikator yaitu
A-L. Respon masyarakat saat mendapat kunjungan begitu antusias memperkenalkan
kampung germas yang sudah dibuat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di Desa
Glintang.
Hal
yang menjadi apresiasi dari Kemenko PMK terhadap Desa Glintang yaitu inovasi
Keluarga Tanpa Rokok (KTR). Bentuk kegiatannya yaitu penempelan sticker
Keluarga Tanpa Rokok dirumah keluarga yang anggota keluarganya tidak ada yang
merokok. Jadi bisa diketahui rumah yang tidak mendapat tempelan sticker KTR
berarti masih ada anggota keluarga yang merokok. Hal itu menjadi dasar bagi
puskesmas dalam melakukan intervensi kepada anggota yang merokok untuk bisa
enyahkan asap rokok. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada kader
kesehatan yang masih sehat dan ikut partisipasi aktif dalam kegiatan
pemberdayaan meskipun umurnya >60 tahun (lansia).
Harapannya
kegiatan kunjungan dari Kemenko PMK dapat memberikan semangat kepada masyarakat
dalam memberdayakan diri dan keluarga di bidang kesehatan supaya terhindar dari
penyakit. Selain itu, Kemenko PMK berharap supaya pemberdayaan masyarakat di
Boyolali tetap berjalan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk ikut
serta membantu meningkatkan derajat kesehatan yang lebih tinggi.





Komentar
Tulis komentar