767

Monitoring dan Evaluasi di Bidang Kesehatan oleh Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI

Nature  

Boyolali - Hari Senin, 03 Mei 2021 Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mendapatkan kunjungan dari Tim Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) beserta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi di Bidang Kesehatan terkait Germas, Stunting, Penurunan AKI AKB, Kesehatan Lingkungan, dan Kesehatan Kerja. Pada kesempatan tersebut Boyolali ditunjuk sebagai Kabupaten yang mendapatkan kunjungan monev.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dimulai dengan penyamputan dan sambutan yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr.Ratri S Survivalina, MPA sekaligus memberikan paparan terkait Germas. Kemudian pihak Kemenko PMK menyampaikan tujuan kunjungan dan diskusi bersama terkait seberapa jauh keberhasilan pemberdayaan masyarakat berdampak pada peningkatan derajat kesehatan manusia. Dalam waktu dekat Kemenko PMK juga akan melaksanakan evaluasi germas terkait hambatan, rencana tindak lanjut, dan capaian dari onovasi germas.

Kemenko PMK ingin melihat langsung ke Desa yang sudah menerapkan inovasi kampung germas salah satunya yaitu Desa Glintang, Sambi. Desa Glintang merupakan salah satu desa yang dipilih oleh Dinas Kesehatan sebagai tempat rintisan kampung germas dengan meninjau lokasi dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi. Kampung germas di Glintang, Sambi sudah memiliki lokus-lokus untuk 12 indikator yaitu A-L. Respon masyarakat saat mendapat kunjungan begitu antusias memperkenalkan kampung germas yang sudah dibuat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di Desa Glintang.

Hal yang menjadi apresiasi dari Kemenko PMK terhadap Desa Glintang yaitu inovasi Keluarga Tanpa Rokok (KTR). Bentuk kegiatannya yaitu penempelan sticker Keluarga Tanpa Rokok dirumah keluarga yang anggota keluarganya tidak ada yang merokok. Jadi bisa diketahui rumah yang tidak mendapat tempelan sticker KTR berarti masih ada anggota keluarga yang merokok. Hal itu menjadi dasar bagi puskesmas dalam melakukan intervensi kepada anggota yang merokok untuk bisa enyahkan asap rokok. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada kader kesehatan yang masih sehat dan ikut partisipasi aktif dalam kegiatan pemberdayaan meskipun umurnya >60 tahun (lansia).

Harapannya kegiatan kunjungan dari Kemenko PMK dapat memberikan semangat kepada masyarakat dalam memberdayakan diri dan keluarga di bidang kesehatan supaya terhindar dari penyakit. Selain itu, Kemenko PMK berharap supaya pemberdayaan masyarakat di Boyolali tetap berjalan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk ikut serta membantu meningkatkan derajat kesehatan yang lebih tinggi. 

Komentar

No results found.

Tulis komentar

Matematika, contoh, 45-12 = 33