Boyolali
– Selasa, 04 Mei 2021 bertempat di ruang Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Boyolali telah dilaksanakan pertemuan terkait kunjungan Satgas Penanganan Covid-19
Pusat. Maksud dan tujuan kunjungan untuk mengetahui perkembangan kasus covid-19
di Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekda Boyolali, Kapolres
Boyolali, Dandim Boyolali, BPBD Boyolali, Kepala Dispermades dan Kepala Dinas
Kesehatab Kabupaten Boyolali. Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Boyolali menyampaikan paparan terkait Data dan Perkembangan Covid-19
di Kabupaten Boyolali.
Pelaporan
data dan perkembangan kasus Covid-19 mencakup angka kesembuhan, angka kematian (mortalitas), upaya yang dilakukan dalam
penanganan covid-19, kebijakan dan strategi. Untuk Kabupaten Boyolali data
kasus konfirmasi covid-19 kumulatif per 03 Mei 2021 sejumlah 6.727 kasus dengan
kasus aktif yaitu 97 kasus. Rincian yang melakukan isolasi mandiri yaitu 50
kasus, dirawat 47 kasus, meninggal 267 kasus, dan selesai isolasi mandiri
sejumlah 6.363 orang. Untuk angka kematian
Kabupaten Boyolali terdata hingga hari ini adalah 3,4%. Angka tersebut lebih
besar dibandingkan angka kematian Nasional yakni 2,7%. Namun, Angka
kesembuhan Kabupaten Boyolali lebih tinggi dari angka kesembuhan nasional yaitu
94.3% sedangkan angka kesembuhan nasional yaitu 91,2%.
Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kabupaten
Boyolali antara lain melakukan testing (penegakkan
diagnosa). Hingga hari ini, 03 Mei 2020 pemeriksaan sampel sejumlah 29.089
sampel dengan hasil positif yaitu 6.229 sampe (positif rate : 2,4%), menunggu hasil sejumlah 446, dan swab evaluasi sejumlah 3.791. Selain itu
dilakukan juga Tracing : deteksi dini
dan pelacakkan kasus, dan Treatment
untuk kasus positif supaya sembuh dari covid-19 sehingga angka kesembuhan
semakin meningkat. Antisipasi yang dilakukan untuk menekan penyebaran kasus
covid-19 yaitu penegakan protokol kesehatan, melakukan operasi yustisi, Lakukan
3W1H (Wajib menggunakan masker, wajib mencuci tangan, wajib menjaga jarak dan
harus hindari kerumunan). Apabila hal tersebut selalu dilakukan oleh masyarakat
semuanya maka akan menekan angka kasus covid-19 di masyarakat.
Kesehatan
Pulih Ekonomi Bangkit





Komentar
Tulis komentar