Fasilitasi Griya Sehat oleh Kementrian Kesehatan RI


           Boyolali- Kamis, 27 Mei 2021. Saat ini Pelayanan Kesehatan Tradisional semakin diminati masyarakat Indonesia. Data Riskesdas tahun 2018, sebanyak 44,30% masyarakat Indonesia telah memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional. Guna mendukung hal tersebut, salah satu terobosan yang dapat dilakukan adalah dengan penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tradisional yang selanjutnya disebut Griya Sehat. Berdasarkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer, yang dimaksud Griya Sehat adalah fasilitas pelayanan kesehatan tradisional yang menyelenggarakan perawatan/ pengobatan tradisional komplementer oleh tenaga kesehatan.

           Griya Sehat merupakan terobosan baru dalam bidang kesehatan yang memberikan layanan kesehatan promotive dan preventif oleh tenaga kesehatan tradisional. Griya Sehat di Kabupaten Boyolali membantu masyarakat untuk hidup segar dan produktif, sebagai tempat pemulihan kesehatan, membantu mengurangi keluhan ringan sehingga menurunkan konsumsi obat konvensional. Berdasarkan Permenkes No.15 Tahun 2018, dalam pendirian/ pembentukan Griya Sehat harus memenuhi 6 syarat yang mencakup lokasi, bangunan, ruangan, prasarana, peralatan dan ketenagaan. Selain itu, sebelum memulai pemenuhan 6 syarat tersebut, sebuah Griya Sehat harus memenuhi perizinan yakni dengan mengajukan permohonan pada Pemda Kabupaten/ Kota setempat.

             Dinas Kesehatan Boyolali, khususnya Seksi Kesehatan Tradisional (Kestrad) Bidang Pelayanan Kesehatan merupakan instansi yang ditunjuk sebagai pelaksana dalam kegiatan pengembangan Griya Sehat di wilayah Boyolali. Dalam proses pengembangan Griya Sehat, Seksi Kestrad telah mendapatkan perizinan Bupati Boyolali. Pada hari Kamis, 27 Mei 2021 merupakan roadmap kedua setelah sosialisasi, yaitu kegiatan fasilitasi yang dilaksanakan Kementrian Kesehatan. Kegiatan fasilitasi ini berlangsung dengan dua tahapan yakni presentasi dan kunjungan lapangan. Pada roadmap fasilitasi ini dihadiri oleh 3 orang perwakilan Kementrian Kesehatan yang didampingi 1 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

            Berhubung adanya kegiatan di Dinas Kesehatan, sehingga fasilitasi ini dimulai dengan kunjungan lapangan yaitu pada bekas Perum di Mojosongo yang menjadi calon Griya Sehat. Kunjungan lapangan ini berlangsung dari sekitar pkl.09.00-10.30 WIB. Selepas kunjungan lapangan, dilanjut dengan presentasi di Aula Besar Dinas Kesehatan Boyolali yakni dimulai sekitar pkl.10.30-13.00. Susunan acara dalam kegiatan di Aula Besar ini yaitu,

1. Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Boyolali

2. Sambutan perwakilan Kementrian Kesehatan

3. Presentasi tentang Fasilitasi Griya Sehat oleh Kementrian Kesehatan

4. Presentasi tentang kegiatan yang terlaksana dalam Asmantoga dan Hatra serta persiapan pengembangan Griya Sehat oleh Ibu Ratri S.Survivalina, M.PA

5. Sesi Tanya jawab

           Demikian serangkaian kegiatan fasilitasi griya sehat yang dilaksanakan Kementrian Kesehatan di Kabupaten Boyolali. Besar harapan dari fasilitasi ini mampu memberi feed back terbaik dalam pengembangan Griya Sehat yang dilaksanakan di Boyolali pada umumnya dan bagi Seksi Kestrad Dinkes Boyolali pada khususnya.


Seksi Kesehatan Tradisional, Dinkes Boyolali

Dinas Kesehatan Boyolali

Berita Terkait