Boyolali- Jumat, 28 Mei 2021. Merupakan salah satu roadmap persiapan pencanangan Kampung Germas Siap Jogo Tonggo yakni melakukan kegiatan pendampingan yang dilaksanakan secara online terlebih dahulu kemudian secara offline (2 kali). Bagi desa yang memiliki self assessment dengan nilai tinggi, serta bukti dukung yang memadai maka akan dilanjutkan dengan pendampingan secara offline.
Desa Glintang (Kecamatan Sambi) dan Desa Samiran (Kecamatan Selo) merupakan dua desa yang sebelumnya sudah mendapatkan pendampingan secara offline satu kali. Pada kesempatan pendampingan offline yang kedua adalah tindak lanjut atas cakupan 12 indikator yang masih kurang saat pendampingan sebelumnya. Kegiatan pendampingan offline ini berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 27 dan 28 Mei 2021.
Hari pertama, Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Boyolali melaksanakan pendampingan Kampung Germas Siap Jogo Tonggo di desa Glintang Kecamatan Sambi. Kampung Germas Serbat, demikian nama yang diusung oleh desa Glintang. Serbat memiliki kepanjangan Sehat Bermartabat. Kegiatan ini dimulai dengan uluk salam ke Kepala Puskesmas Sambi, Camat Sambi dan Kepala Desa Glintang. Sebelum berkunjung ke 12 lokus, para Tim Promkes Dinkes beserta petugas promkes Puskesmas Sambi, para kader, menyaksikan video Kampung Germas Serbat di Aula Desa Glintang. Setelah memberikan beberapa masukan terkait video yang ditayangkan, Tim Promkes Dinkes mengunjungi semua titik lokus Kampung Germas Serbat. Dari 12 indikator Kampung Germas yaitu dari ikon A hingga L, bisa terbilang sudah hampir lengkap. Hanya perlu dilengkapi sedikit kekurangannya, dan siap untuk finishing menuju tahap pencanangan.
Memasuki hari kedua, yakni Jumat, 28 Mei 2021, para Tim Promkes Dinkes menjalankan pendampingan ke Kecamatan Selo. Dalam pendampingan kali kedua ini, para Tim Promkes Dinkes didampingi petugas Promkes Selo dan Kader Kesehatan. Perbandingan dengan hasil pendampingan pertama, Kampung Germas yang bertempat di desa Samiran ini sudah ada kemajuan cukup signifikan. Akan tetapi kesiapan dari 12 lokus dari indicator A-L, masih belum siap dengan baik. Kegiatan pemberdayaan masyarakatnya juga masih kurang. Kampung Germas di desa Samiran ini baru mencapai 60-70% kesiapannya, sehingga masih belum bisa diaksanakan pencanangan.
Salam Germas!
-admin-
Seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat





Komentar
Tulis komentar