Boyolali- Rabu, 9 Juni 2021. Covid-19 masih menjadi masalah pandemic yang belum terselesaikan. Terlebih lagi, pasca lebaran terjadi kenaikan kasus yang cukup signifikan. Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami lonjakan kasus positif Covid-19. Ada 8 daerah di Jawa Tengah yang menjadi zona merah antara lain Demak, Grobogan, Pati, Jepara, Tegal, Brebes. Adapun wilayah yang masih zona oranye salah satunya adalah Boyolali.
Sebagai langkah antisipatif menekan laju kasus Covid-19, Gubernur Jawa Tengah melakukan monitoring dan evaluasi di beberapa wilayah di Jawa Tengah, salah satunya di Boyolali. Tepatnya pada hari Rabu, 9 Juni 2021 pada pkl. 17.00 WIB, Pak Ganjar, Gubernur Jawa Tengah melaksanakan monev di Desa Beji, Kecamatan Andong. Kehadiran Gubernur Jawa Tengah ini juga didampingi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dispermades Provinsi Jawa Tengah. Kedatangan beliau disambut oleh Camat Boyolali, Kepala Desa Beji, Kapolsek, Dispermasdes Boyolali, TPP Kabupaten Boyolali, petugas kesehatan Puskesmas Andong, Bidan Desa serta Tim Satgas Covid-19 dan Jogo Tonggo Desa Beji.
Dalam kegiatan monev ini, Pak Ganjar meninjau lokasi yang menjadi isolasi mandiri dan posko Satgas Jogo Tonggo di Desa Beji. Tercatat minggu ini ada 3 kasus positif Covid di Desa Beji, di mana 2 pasien masih menjalani isolasi mandiri (isoman) dan 1 pasien telah seelsai menjalani isolasi mandiri. Selain itu, pada kesempatan monev ini, Pak Ganjar juga berkeliling di sekitar tempat isoman. Di akhir kunjungannya, Pak Ganjar memberikan pesan-pesan baik kepada para aparat Desa maupun pada masyarakat. Beliau menghimbau untuk semua masyarakat mematuhi protocol kesehatan, disiplin menjalankan 5 M, dan meningkatkan koordinasi lintas sectoral. Pak Ganjar juga berpesan, untuk semua masyarakat tetap sabar, pantang lelah dalam menegakkan protocol kesehatan, agar pandemic Covid-19 segera berlalu.
Jangan Kendor 5M! Patuhi Protokol Kesehatan.
Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit.
-admin-





Komentar
Tulis komentar