Saat ini kita sering
mendengar banyaknya kasus hipertensi. Hipertensi merupakan suatu kondisi ketika tekanan darah
sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ≥ 90 mmHg pada orang dewasa. Secara keseluruhan prevalensi
hipertensi sekitar 30-45% pada orang dewasa dan meningkat progresif
prevalensinya seiring bertambahnya usia, dimana diketahui bahwa terdapat
prevalensi >60% pada usia >60 tahun. Banyak mitos yang beredar bahwa hipertensi
hanya menyerang pada usia lanjut. Hal itu tidak benar. Usia muda pun juga bisa
terkena hipertensi jika tidak menerapkan pola hidup sehat.
Ada juga
orang yang terkena hipertensi namun tidak merasakan gejala apapun. Hal ini
perlu diwaspadai karena hipertensi jika tidak terkendali dapat membahayakan
tubuh yaitu dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi, diantaranya stroke,
penyakit jantung, penyakit ginjal, gangguan penglihatan, dan lain
sebagainya. Oleh karena itu tekanan darah kita perlu dilakukan cek secara
rutin agar kita dapat mendeteksi hipertensi sedini mungkin.
Lalu bagaimana cara
mencegah hipertensi?
1. Olahraga secara teratur setidaknya mininmal 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggu.
Olahraga yang dapat dilakukan seperti senam aerobik, jalan atau berlari,
bersepeda, serta berenang
2. Menjaga berat badan ideal dengan menjalani gaya hidup sehat dan mengatur pola makan atau
menurunkan berat badan pada kondisi kelebihan berat badan atau obesitas
3. Pola makan yang sehat dengan konsumsi makanan seimbang, menghindari makanan tinggi gula, garam,
lemak jenuh dan kolesterol. Membatasi konsumsi garam tidak melebihi 1 sendok
teh per hari. Memperhatikan atau membatasi makanan cepat saji juga perlu
dilakukan, karena makanan cepat saji umumnya memiliki kandungan garam yang
cukup tinggi
4. Konsumsi buah – buahan segar,
sayuran, ikan, serta penggunaan minyak olive juga
disarankan konsumsi kopi tanpa gula, teh hijau atau teh hitam juga dapat
dilakukan
5. Menghindari kebiasaan merokok serta paparan terhadap asap rokok (perokok pasif)
6. Menghindari konsumsi alkohol
7. Konsumsi obat-obatan
secara rutin atas petunjuk dokter. Bila tekanan darah sudah turun, obat antihipertensi tetap
diteruskan seumur hidup, kecuali bila dokter yang menghentikan. Obat-obatan
antihipertensi tidak mengakibatkan gangguan ginjal. Gangguan ginjal justru
terjadi akibat hipertensi yang tidak terkendali.
8. Cek tekanan darah secara rutin. Anda dapat melakukan cek tekanan darah di posyandu, Puskesmas, Laboratorium
Kesehatan maupun di fasilitas pelayanan kesehatan.
Mari kita cegah
hipertensi sedini mungkin dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan jangan
lupa ikuti Program Cek Kesehatan Gratis agar kita tahu kondisi kondisi
kesehatan kita.
Sumber :
Cara Mengatasi Hipertensi,
Kemenkes RI, 26 April 2023, https://ayosehat.kemkes.go.id/cara-mengatasi-hipertensi
Kenali Dan Kendalikan Hipertensi, Sebelum Hipertensi
Mengendalikan Kita, Kemenkes RI, 05 Januari 2024, https://ayosehat.kemkes.go.id/kenali-dan-kendalikan-hipertensi-sebelum-hipertensi-mengendalikan-kita
Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4634/2021
tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Hipertensi Dewasa




Komentar
Tulis komentar