Boyolali – Jumat, 28 Mei 2021 Public
Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Boyolali bekerja sama dengan Polres
Boyolali beserta jajarannya dan UPT Puskesmas di Boyolali melaksanakan kembali kegiatan
operasi yustisi tes cepat rapid antigen. Kegiatan tersebut berlangsung di dua tempat
yakni Pospam Universitas Boyolali dan Pos Polisi Bangak, Boyolali. Sasaran
rapid antigen ditujukan bagi pelaku perjalanan luar daerah yang melintas di
kawasan Boyolali. Kegiatan operasi yustisi tes cepat rapid antigen sudah dilaksanakan
sebelum lebaran dan seharusnya diakhiri pada tanggal 24 Mei 2021 akan tetapi kegiatan
tersebut masih diperpanjang lagi hingga 31 Mei 2021.
Operasi yustisi tes cepat rapid
antigen yang berada di Pospam Universitas Boyolali dikoordinasi oleh tim dari
Puskesmas Karanggede dan polres beserta jajarannya. Pada pos tersebut membawa
sekitar 50 reagent yang akan diberikan pada pelaku perjalanan yang melewati
Pospam Universitas Boyolali. Dari 50 reagent yang tersedia sudah terpakai 34 reagent
untuk sasaran yang melintasi dengan cara memberhentikan kendaran dan diminta
melakukan rapid antigen ditempat. Sejumlah 34 orang yang melakukan rapid
tersebut hasilnya menunjukkan bahwa semuanya negative covid-19 (non reaktif).
Kemudian bagi pelaku perjalanan yang sudah rapid antigen diberikan surat
pernyataan negative covid-19 dan boleh melanjutkan perjalanan dengan tetap
mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Pada Pos Polisi Bangak, Boyolali
juga melakukan operasi yustisi rapid antigen bagi pelaku perjalanan yang
melintas. Kegiatan dikoordinasikan antara Puskesmas Simo dan Polres beserta
jajarannya. Terdapat 29 reagent yang disediakan akan tetapi hanya terpakai 20
reagen. Sejumlah 20 sasaran pelaku perjalanan mendapatkan tes rapid antigen
ditempat dengan hasil 19 orang negative covid-19 (non reaktif). Akan tetapi
terdapat 1 orang yang memiliki hasil positif covid-19 (reaktif) dengan metode
pengukuran yakni menggunakan rapid antigen. Tim operasi yustisi sudah melakukan
koordinasi dengan puskesmas setempat terkait 1 pelaku perjalanan dengan hasil
reaktif untuk mendapatkan tidak lanjut dengan menjalani karantina dan
mendapatkan pemantauan dari satgas covid-19 desa setempat.





Komentar
Tulis komentar