Penyusun: Arum Koesdyahmurti, S.KM, Kartika Kirana, S.KM
Flu Burung atau Avian Influenza (AI) adalah suatu penyakit menular pada unggas yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A. Penyakit ini dikenal pertama kali pada tahun 1887 di Italia. Saat ini Flu Burung menjadi perhatian dunia, karena virus Flu Burung memiliki kemampuan untuk terus menerus bermutasi sehingga dalam perkembangannya virus ini dapat menular dari unggas ke manusia. Virus H5N1 tergolong Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI). Kasus flu burung dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
- Seseorang dalam investigasi
Seseorang yang telah diputuskan oleh petugas kesehatan
setempat (untuk rumah sakit oleh dokter setempat) untuk diinvestigasi terkait
kemungkinan infeksi flu burung (H5N1)
- Kasus suspek
Seseorang yang menderita demam dengan suhu >38oC
disertai satu atau lebih gejala berikut ini :
-
Batu
-
Sakit tenggorokan
-
Pilek
-
Sesak Napas
- Kasus Probabel
Kriteria kasus Suspek ditambah dengan satu atau lebih
keadaan dibawah ini :
1. Ditemukan kenaikan
titer antibody terhadap H5, minimum 4 kali dengan pemeriksaan uji HI
menggunakan eritrosit kuda atau uji ELISA.
2. Hasil laboratorium
terbatas untuk Influenza H5 (terdeteksinya antibody spesifik H5 dalam specimen
serum tunggal) menggunakan uji netralisasi (dikirim ke laboratorium rujukan ).
ATAU
3. Seseorang yang meninggal karena penyakit saluran napas
akut yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya yang secara epidemiologis berkaitan
dengan aspek waktu, tempat dan pajanan terhadap suatu kasus probabel atau suatu
kasus H5N1 yang konfirmasi
- Kasus H5N1
Seseorang yang memenuhi kriteria kasus Suspek atau
Probabel DAN DISERTAI
Satu dari hasil positif berikut ini yang dilaksanakan
dalam suatu laboratorium influenza yang hasil pemeriksaan H5N1-nya :
1. Hasil PCR H5
positif 2\
2. . Peningkatan > 4 kali lipat titer antibodi
netralisasi untuk H5N1 dari spesimen konvalesen dibandingkan dengan specimen
akut (diambil < 7 hari setelah muncul gejala penyakit), dan titer antibodi
netralisasi konvalesen harus pula > 1/80
3. Isolasi Virus H5N1
4. Titer antibodi mikronetralisasi H5N1 > 1/80 pada specimen serum yang diambil hari ke 14 atau lebih setelah muncul gejala penyakit (on set), disertai hasil positif uji serologi lain, misalnya titer HI sel darah merah kuda > 1/160 western blot specifik H5 positif
Saat ini Kementerian Kesehatan mewaspadai kecenderungan Flu Burung Clade Baru 2.3.4.4b meskipun saat ini infeksi pada manusia masih rendah. Berkaitan dengan hal tersebut maka diterbitkan Surat Edaran Nomor PV.03.01/C/824/2023 tentang Kewaspadaan Kejadian Luar Biasa Flu Burung (H5N1) Clade Baru 2,3,4,4b yang ditetapkan pada tanggal 24 Februari 2023. Masyarakat dihimbau untuk melakukan pencegahan dengan cara meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), melakukan cara beternak yang baik dan aman serta segera melaporkan kepada dinas peternakan apabila menemukan kematian ungags mendadak dan
Segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu
burung dan riwayat kontak dengan factor risiko
Sumber :
Pedoman
penanggulangan Flu Burung , Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit, Kementerian Kesehatan RI. 2017
Berpotensi Zoonosis, Pemerintah Waspada KLB Flu
Burung, Kemenkes RI, 25 Februari 2023





Komentar
Tulis komentar