Penyusun: Arum Koesdyahmurti, S.KM; Kartika Kirana, S.KM
Obesitas adalah suatu kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dan keluaran energi, sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak.
Berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi obesitas pada balita sebanyak 3,8% dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8%. Hal tersebut menunjukkan bahwa obesitas tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga bisa menyerang anak-anak.
Pengukuran obesitas dapat dilakukan dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan cara mengukur Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB) dan Lingkar Perut (LP) setiap bulan. Pengukuran tersebut perlu dilakukan secara berkala.
Obesitas merupakan faktor pemicu terjadinya berbagai penyakit tidak menular. Obesitas dapat disebabkan karena perilaku yang kurang sehat diantaranya konsumsi gula berlebih, kurangnya asupan buah dan sayur , kurangnya aktivitas fisik dan juga bisa disebabkan karena stres. Pada masa pandemi COVID 19, penyakit tidak menular termasuk obesitas merupakan penyakit penyerta atau komorbid yang meningkatkan risiko kematian pada penderita COVID 19.
Obesitas dapat dicegah. Pencegahannya yaitu dengan mengatur keseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan yang dikeluarkan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) diantaranya melalui aktivitas fisik dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang.
Bertepatan dengan Hari Obesitas Sedunia di tahun 2023 ini, Kemenkes RI mengambil tema “Changing Perspectives: Let’s Talk about Obesity” dengan mengajak semua pihak untuk berdiskusi, membahas dan berbagi pandangan tentang obesitas dan mengambil tindakan nyata yang efektif untuk mengenali, mencegah dan mengatasi obesitas untuk hidup lebih sehat dan produkti
Sumber :
Ayo Gerak, Lawan Obesitas, Kementerian
Kesehatan RI
, 15 Oktober 2019
Hati-hati, Mom! Obesitas pada Anak Sebabkan Komplikasi Kementerian Kesehatan RI 03 Maret 2022





Komentar
Tulis komentar