869

WASPADA! EL NINO DATANG, DBD MENINGKAT

Nature  

Penulis : Kartika Kirana, S.KM

Pengulas: Teguh Tri Kuncoro, S.KM, M.PH dan Arum Koesdyahmurti, S.KM

Mengutip laman resmi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah. Jika pemanasan ini meningkat secara terus-menerus, maka potensi pertumbuhan awan di Samudra Pasifik bagian tengah pun ikut meningkat. Akibatnya, curah hujan khususnya di Indonesia akan berkurang. Secara sederhana, El Nino adalah suatu fenomena alam yang memicu terjadinya kekeringan. Selain berdampak terjadinya kekeringan, El Nino juga dapat berdampak pada kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dilansir dari Beritasatu.com, ketika El Nino terjadi, suhu dan panas akan meningkat. Hal ini berdampak pada percepatan proses penetasan nyamuk yang menjadi vektor penyakit DBD, yaitu Aedes aegypti. Dalam kondisi El Nino, suhu akan naik, ada angin, kelembapan, dan curah hujan, semua ini memengaruhi kepadatan nyamuk. Dengan adanya peningkatan suhu maka akan mempercepat proses penetasan nyamuk, yang biasanya memerlukan waktu sekitar 14 hari pada suhu rendah, tetapi hanya memerlukan 6-7 hari pada suhu tinggi untuk menjadi nyamuk dewasa. Telur nyamuk dapat bertahan di dinding rumah pada suhu tinggi. Telur tersebut akan segera menjadi larva (jentik) saat terkena air atau hujan.

Melalui Kompas.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menyampaikan, El Nino yang menyebabkan suhu lebih hangat dapat membuat nyamuk Aedes aegypti semakin ganas. Jika suhu panas di atas 30 derajat celcius, frekuensi nyamuk menggigit akan meningkat 3-5 kali lipat. Di sisi lain, curah hujan minim membuat genangan air dari hujan sebelumnya tidak tergantikan, sehingga menjadi tempat berkembang biak (breeding place) nyamuk penyebab demam berdarah tersebut. Sementara itu, mengacu pada pola peningkatan kasus dalam 10 tahun terakhir, kenaikan kasus akan terjadi mulai bulan November dan mencapai puncak pada bulan Februari.

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk aedes Aegypti. Jika tidak ditangani dengan baik, demam berdarah bisa menyebabkan komplikasi yang cukup parah, bahkan berpotensi menyebabkan kematian. Berdasarkan data Kemenkes, hingga minggu ke-22 tahun 2023, jumlah kumulatif kasus dengue di Indonesia sebanyak 35.694 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 270. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan berbagai pencegahan yang dapat menghambat atau menghentikan perkembangbiakan nyamuk.

Berikut ini cara mencegah DBD yang dapat dilakukan secara bersama di lingkungan sekitar yakni dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Langkah ini biasa disebut dengan 3M Plus, yaitu:

1.     Menguras tempat penampungan air

2.     Menutup tempat-tempat penampungan air

3.     Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

Adapun poin Plus yang dimaksud antara lain :

·           Menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk

·           Memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air

·           Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

·           Menggunakan obat anti nyamuk

·           Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah

·           Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara bersama

·           Meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup

·           Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras

·           Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar 

Selain itu, bentuk pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah dengan mengetahui beberapa gejala demam berdarah, seperti demam hingga 40 derajat Celcius yang diikuti dengan rasa sakit kepala parah, serta nyeri otot dan sendi hingga area di belakang mata.

Apabila kita merasakan atau menemukan orang di sekitar kita mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan.

 

Ayo Jalani Hidup Sehat!

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

 

Sumber:

Kemenkes Sebut Fenomena EL Nino Pengaruhi Tingginya Kasus DBD di Indonesia, Kompas.com, 12 Juni 2023, https://nasional.kompas.com/read/2023/06/12/14001991/kemenkes-sebut-fenomena-el-nino-pengaruhi-tingginya-kasus-dbd-di-indonesia

Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus, Direktorat Promosi Kesehatan dan PM Kemenkes RI, 22 Juni 2023, https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus#:~:text=Langkah%20ini%20biasa%20disebut%20dengan,membawa%20virus%20DBD%20pada%20manusia.

Waspada, El Nino Meningkatkan Penyebaran Demam Berdarah, Mita Amalia Hapsari, 27 September 2023, https://www.beritasatu.com/nasional/1069039/waspada-el-nino-meningkatkan-penyebaran-demam-berdarah

Komentar

No results found.

Tulis komentar

Matematika, contoh, 45-12 = 33