Penulis : Kartika Kirana, S.KM
Pengulas: Teguh Tri Kuncoro, S.KM, M.PH dan Arum Koesdyahmurti, S.KM
Mengutip laman resmi Badan
Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), El Nino merupakan fenomena
pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di
Samudra Pasifik bagian tengah. Jika pemanasan ini meningkat secara
terus-menerus, maka potensi pertumbuhan awan di Samudra Pasifik bagian tengah
pun ikut meningkat. Akibatnya, curah hujan khususnya di Indonesia akan
berkurang. Secara sederhana, El Nino adalah suatu fenomena alam yang memicu terjadinya
kekeringan. Selain berdampak terjadinya kekeringan, El Nino juga dapat
berdampak pada kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dilansir dari
Beritasatu.com, ketika El Nino terjadi, suhu dan panas akan meningkat. Hal ini
berdampak pada percepatan proses penetasan nyamuk yang menjadi vektor penyakit
DBD, yaitu Aedes aegypti. Dalam kondisi El Nino, suhu akan naik, ada angin,
kelembapan, dan curah hujan, semua ini memengaruhi kepadatan nyamuk. Dengan
adanya peningkatan suhu maka akan mempercepat proses penetasan nyamuk, yang
biasanya memerlukan waktu sekitar 14 hari pada suhu rendah, tetapi hanya
memerlukan 6-7 hari pada suhu tinggi untuk menjadi nyamuk dewasa. Telur nyamuk
dapat bertahan di dinding rumah pada suhu tinggi. Telur tersebut akan segera
menjadi larva (jentik) saat terkena air atau hujan.
Melalui Kompas.com, Kementerian
Kesehatan (Kemenkes), menyampaikan, El Nino yang menyebabkan suhu lebih hangat dapat
membuat nyamuk Aedes aegypti semakin ganas. Jika suhu panas di atas 30 derajat
celcius, frekuensi nyamuk menggigit akan meningkat 3-5 kali lipat. Di sisi
lain, curah hujan minim membuat genangan air dari hujan sebelumnya tidak
tergantikan, sehingga menjadi tempat berkembang biak (breeding place)
nyamuk penyebab demam berdarah tersebut. Sementara itu, mengacu pada pola
peningkatan kasus dalam 10 tahun terakhir, kenaikan kasus akan terjadi mulai
bulan November dan mencapai puncak pada bulan Februari.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan
nyamuk aedes Aegypti. Jika tidak ditangani dengan baik, demam berdarah bisa
menyebabkan komplikasi yang cukup parah, bahkan berpotensi menyebabkan
kematian. Berdasarkan data Kemenkes, hingga minggu ke-22 tahun 2023, jumlah
kumulatif kasus dengue di Indonesia sebanyak 35.694 kasus dengan jumlah
kematian sebanyak 270. Oleh karena itu, penting bagi
kita untuk melakukan berbagai pencegahan yang dapat menghambat atau
menghentikan perkembangbiakan nyamuk.
Berikut ini cara
mencegah DBD yang dapat dilakukan secara bersama di
lingkungan sekitar yakni dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Langkah ini
biasa disebut dengan 3M Plus, yaitu:
1.
Menguras tempat penampungan air
2.
Menutup tempat-tempat penampungan air
3.
Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan
tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada
manusia.
Adapun poin Plus yang
dimaksud antara lain :
·
Menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk
·
Memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air
·
Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
·
Menggunakan obat anti nyamuk
·
Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah
·
Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara
bersama
·
Meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang
tertutup
·
Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk
dikuras
·
Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
Selain itu, bentuk pencegahan yang dapat dilakukan oleh
masyarakat adalah dengan mengetahui beberapa gejala demam berdarah, seperti demam hingga 40 derajat Celcius yang diikuti
dengan rasa sakit kepala parah, serta nyeri otot dan sendi hingga area di
belakang mata.
Apabila kita merasakan atau menemukan orang di sekitar kita
mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan
terdekat untuk bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan sedini mungkin dari
petugas kesehatan.
Ayo Jalani Hidup Sehat!
Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
Sumber:
Kemenkes Sebut Fenomena EL Nino Pengaruhi Tingginya Kasus DBD di
Indonesia, Kompas.com, 12 Juni 2023, https://nasional.kompas.com/read/2023/06/12/14001991/kemenkes-sebut-fenomena-el-nino-pengaruhi-tingginya-kasus-dbd-di-indonesia
Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus,
Direktorat Promosi Kesehatan dan PM Kemenkes RI, 22 Juni 2023, https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus#:~:text=Langkah%20ini%20biasa%20disebut%20dengan,membawa%20virus%20DBD%20pada%20manusia.
Waspada, El Nino
Meningkatkan Penyebaran Demam Berdarah, Mita Amalia Hapsari, 27 September 2023,
https://www.beritasatu.com/nasional/1069039/waspada-el-nino-meningkatkan-penyebaran-demam-berdarah





Komentar
Tulis komentar