675

Pneumonia Mycoplasma masuk ke Indonesia

Nature  

Penulis dan Pengulas : Arum Koesdiyahmurti, SKM dan Rizki Pamulat Sari, SKM

Sejak bulan November 2023, laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa telah terjadi peningkatan kasus undefined pneumonia yang menyerang anak-anak di Tiongkok Utara. WHO mempublikasikan adanya sinyal undiagnosed pneumonia di ProMed pada 22 November 2023.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI menyampaikan, seluruh pasien yang terinfeksi Mycoplasma Pneumonia adalah anak-anak berusia 3-12 tahun. Gejala awal yang paling umum ditemukan, yakni panas dan batuk, sesak nafas ringan hingga sulit menelan. Namun secara spesifik belum diketahui penyebab pastinya.  

Mycoplasma Pneumoniae, yang melanda Tiongkok Utara dan mayoritas menyerang anak-anak, telah terdeteksi di Indonesia.. Hal tersebut beradasarkan hasil konfirmasi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan pada hari Rabu tanggal 8 Desember 2023 terdapat 6 pasien yang terkonfirmasi dan semuanya dirawat di Rumah Sakit di Jakarta.

Dokter Spesialis Anak di RS Cipto Mangunkusumo dr. Nastiti Kaswandani menegaskan bahwa tingkat fatalitas dan keparahan akibat bakteri Mycoplasma pneumoniae lebih rendah dibandingkan tingkat fatalitas karena COVID-19 dan pneumonia ini gejalanya cukup ringan sehingga pasien hanya perlu rawat jalan.

            Selain itu Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan Prof. Erlina Burhan menyebut bahwa pneumonia akibat bakteri mycoplasma sebenarnya bukanlah penyakit baru. Bakteri penyebab peradangan akut pada paru ini telah ditemukan dari lama, bahkan sejak periode 1930-an. Namun, belakangan menjadi perhatian dan kewaspadaan dunia lantaran bakteri Mycoplasma pneumoniae diduga telah menyebabkan kenaikan kasus pneumonia di Tiongkok Utara dan Eropa yang mayoritas menyerang anak-anak.

            Mycoplasma merupakan penyakit penyebab umum infeksi respiratori sebelum Covid 19 insidensi 8,6%, insidensi turun 0,7%di tahun 2021-2022. Patogen ini memiliki periode inkubasi yang cukup lama dan penyebarannya memerlukan waktu yang lama sehingga disebut sebagai Walking Pneumonia.

            WHO menghimbau masyarakat untuk mengurangi risiko penyakit pernapasan dengan :

1.    Rekomendasi vaksin untuk melawan influenza, covid 19, dan pathogen pernapasan lainnya jika diperlukan

2.    Menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit

3.    Tinggal di rumah saat sedang sakit

4.    Menjalani tes dan perawatan medis sesuai kebutuhan

5.    Memakai masker sebagaimana mestinya

6.    Memastikan ventilasi yang baik

7.    Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

8.    Segera ke fasyankes terdekat jika ada tanda gejala  dan/atau kesulitan bernapas disertai dengan demam

Masyarakat tidak perlu panik. Cegah penyebaran Pneumonia Mycoplasma dengan melakukan hal-hal di atas

Sumber :

Waspada Pneumonia, Kemenkes Minta Semua Jajaran Kesehatan Siaga, Sehat Negeriku, Kemenkes RI, 29 November 2023

Masyarakat Jangan Panik Sikapi Pneumonia di Tiongkok, Sehat Negeriku, Kemenkes RI,  30 November 2023

Mycoplasma Pneumoniae Ditemukan di Indonesia, Sehat Negeriku, Kemenkes RI,  07 Desember 2023

Komentar

No results found.

Tulis komentar

Matematika, contoh, 45-12 = 33