Penulis dan Pengulas : Arum Koesdiyahmurti, SKM dan Rizki Pamulat Sari, SKM
Sejak bulan November 2023, laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
bahwa telah terjadi peningkatan kasus undefined
pneumonia yang menyerang anak-anak di
Tiongkok Utara. WHO mempublikasikan adanya sinyal undiagnosed pneumonia di ProMed pada 22 November 2023.
Direktur
Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI menyampaikan,
seluruh pasien yang terinfeksi Mycoplasma
Pneumonia adalah anak-anak berusia 3-12 tahun. Gejala awal yang paling umum
ditemukan, yakni panas dan batuk, sesak nafas ringan hingga sulit menelan.
Namun secara spesifik belum diketahui penyebab pastinya.
Mycoplasma Pneumoniae, yang melanda Tiongkok Utara dan mayoritas
menyerang anak-anak, telah terdeteksi di Indonesia.. Hal tersebut beradasarkan
hasil konfirmasi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Kementerian Kesehatan pada hari Rabu tanggal 8 Desember 2023 terdapat 6 pasien
yang terkonfirmasi dan semuanya dirawat di Rumah Sakit di Jakarta.
Dokter
Spesialis Anak di RS Cipto Mangunkusumo dr. Nastiti Kaswandani menegaskan bahwa
tingkat fatalitas dan keparahan akibat bakteri Mycoplasma pneumoniae lebih rendah dibandingkan tingkat fatalitas
karena COVID-19 dan pneumonia ini
gejalanya cukup ringan sehingga pasien hanya perlu rawat jalan.
Selain
itu Dokter
Spesialis Paru RSUP Persahabatan Prof. Erlina Burhan menyebut bahwa pneumonia
akibat bakteri mycoplasma sebenarnya
bukanlah penyakit baru. Bakteri penyebab peradangan akut pada paru ini telah
ditemukan dari lama, bahkan sejak periode 1930-an. Namun, belakangan menjadi
perhatian dan kewaspadaan dunia lantaran bakteri Mycoplasma pneumoniae diduga telah menyebabkan kenaikan kasus
pneumonia di Tiongkok Utara dan Eropa yang mayoritas menyerang anak-anak.
Mycoplasma merupakan penyakit penyebab
umum infeksi respiratori sebelum Covid 19 insidensi 8,6%, insidensi turun
0,7%di tahun 2021-2022. Patogen ini memiliki periode inkubasi yang cukup lama
dan penyebarannya memerlukan waktu yang lama sehingga disebut sebagai Walking Pneumonia.
WHO menghimbau masyarakat untuk
mengurangi risiko penyakit pernapasan dengan :
1. Rekomendasi vaksin untuk melawan influenza,
covid 19, dan pathogen pernapasan lainnya jika diperlukan
2. Menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit
3. Tinggal di rumah saat sedang sakit
4. Menjalani tes dan perawatan medis sesuai
kebutuhan
5. Memakai masker sebagaimana mestinya
6. Memastikan ventilasi yang baik
7. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
8. Segera ke fasyankes terdekat jika ada tanda
gejala dan/atau kesulitan bernapas
disertai dengan demam
Masyarakat tidak perlu panik.
Cegah penyebaran Pneumonia Mycoplasma
dengan melakukan hal-hal di atas
Sumber
:
Waspada Pneumonia, Kemenkes Minta Semua Jajaran
Kesehatan Siaga, Sehat Negeriku, Kemenkes RI, 29
November 2023
Masyarakat
Jangan Panik Sikapi Pneumonia di Tiongkok, Sehat
Negeriku, Kemenkes RI, 30
November 2023





Komentar
Tulis komentar