Penulis : Arum Koesdyahmurti, S.KM
Desain Cover : Kartika Kirana, S.KM
Pereview : Sri Rahayu Murtiningsih, S.ST
Saat ini kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sedang
mengalami peningkatan. Tercatat per Maret 2024 terdapat hamper 16.000 kasus DBD
di 213 kabupaten/kota di Indonesia dengan 124 kematian. Sedangkan jumlah kasus DBD di Kabupaten
Boyolali sampai tanggal 21 Maret 2024
terdapat 233 kasus dengan jumlahkematian sebanyak 5 kasus. Kasus ini
lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada bulan yang sama pada akhir Maret 2023 terdapat 187 kasus
dengan angka kematian 2 kasus. Diperkirakan sampai akhir Maret 2024 kasus masih
terus bertambah.
Meskipun bisa dicegah,
namun penyakit DBD juga sangat perlu mendapatkan perhatian dari masyarakat
mengingat gejala yang muncul hampir sama dengan penyakit flu biasa. Padahal,
jika tidak mendapatkan penanganan sedini mungkin, akan menyebabkan komplikasi
yang bisa berujung kematian kepada pasien yang terjangkit penyakit DBD.
Seperti kita
ketahui, pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah
kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus antara
lain:
1. Menguras/membersihkan tempat yang sering
dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat
penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain
2. Menutup
rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain
sebagainya
3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang
bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular
DBD
Adapun yang
dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti :
1. Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal
dengan abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
3. Menggunakan kelambu saat tidur
4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
5. Menanam tanaman pengusir nyamuk
6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di
dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
Akan tetapi masyarakat
sering menganggap bahwa fogging
adalah cara utama dalam mencegah DBD. Padahal faktanya 3M Plus lebih efektif
dibandingkan fogging dalam pencegahan
DBD karena fogging hanya dapat
mematikan nyamuk dewasa saja.
Fogging hanya dapat dilakukan jika
memenuhi ketentuan sebagai berikut :
1. Jika terdapat penularan kasus DBD di suatu wilayah
2. Pada area radius minimal 200 meter kanan kiri
3. Dilakukan 2 siklus dengan interval 1 minggu
4. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa
5. Hanya dilakukan setelah berkoordinasi dengan puskesmas setempat
6. Mesin fogging dalam
kondisi baik
7. Dilakukan oleh tenaga yang
terlatih
8. Dosis dan jenis insektisida sesuai ketentuan
9. Bahaya insektisida dapat menyebabkan keracunan (mual/muntah,
gagal ginjal, kanker kulit, dll)
Jadi bagi semua masyarakat tetap lakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus secara rutin setiap 1 minggu sekali.
Sumber :
Kumpulan Media Pencegahan
DBD, Kementerian Kesehatan, 10 Maret 2020 https://promkes.kemkes.go.id/pub/files/files49863banner-DBD-fogging.pdf
Gejala Demam
Berdarah Yang Perlu Diwaspadai, Kemenkes RI, 27 Juni 2023, https://ayosehat.kemkes.go.id/gejala-demam-berdarah-yang-perlu-diwaspadai
Kemenkes Mencatat
Februari 2024 Terdapat 16.000 Kasus DBD, 04 Maret 2024, https://www.rri.co.id/kesehatan/579387/kemenkes-mencatat-februari-2024-terdapat-16-000-kasus-dbd





Komentar
Tulis komentar