Penulis : Arum Koesdyahmurti, S.KM
Desain Cover : Kartika Kirana, S.KM
Tanggal 24 Maret 2024 diperingati sebagai hari
Tuberkolosis Sedunia. Tema pringatan hari TB sedunia untuk tahun ini yaitu “Yes, We Can End TB!” yang memiliki makna
bahwa TBC bisa diakhiri dengan upaya bersama..Tema ini menyampaikan
pesan harapan bahwa kembali ke jalur yang benar untuk membalikkan keadaan dalam
melawan epidemi TBC dapat dicapai melalui kepemimpinan tingkat tinggi,
peningkatan investasi dan penerapan rekomendasi WHO yang baru dengan lebih
cepat.
Perlu
kita ketahui bahwa TBC bukan penyakit keturunan dan bukan disebabkan oleh
kutukan atau guna-guna. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja (tua, muda,
laki-laki, perempuan, miskin, kaya). Hanya sekitar 10% diantara orang yang
terinfeksi akan jatuh sakit, namun, bakteri TBC dapat hidup dalam kondisi
non-aktif (laten) seumur hidup dan menjadi aktif saat daya tahan tubuh melemah.
TBC
perlu dieliminasi karena TBC merupakan penyakit kronis
yang dapat menular dengan mudah, melalui udara yang berpotensi menyebar di
lingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, dan tempat umum lainnya. Pengobatan
TBC juga tidak mudah, dengan adanya
kemungkinan efek samping obat dan memerlukan waktu pengobatan yang tidak sebentar
(minimal 6 bulan). Selain itu TBC yang tidak ditangani hingga tuntas
menyebabkan resistansi obat (kebal obat).
Dalam rangka menyukseskan
eliminasi TBC maka diperlukan kolaborasi seluruh pihak dalam eliminasi TBC
yaitu melalui Gerakan Indonesia Akhiri
Tuberkolosis. Gerakan tersebut
meliputi :
1. Gerakan Indonesia Akhiri TBC dengan Deteksi Dini dan Terapi
Pencegahan TBC (TPT)
Upaya deteksi dini
dan skrining TBC sangatlah diperlukan dengan harapan jika ditemukan orang yang
terinfeksi TBC dapat segera mendapatkan pengobatan sehingga dapat
menghentikan penyebaran penyakit. Pencegahan TBC pada semua lapisan masyarakat
sangatlah diperlukan. Selain berperilaku hidup bersih dan sehat, serta
vaksinasi BCG, salah satu bentuk Pencegahan TBC adalah dengan mengoknsumsi TPT
terutama bagi kontak serumah/erat dari pasien TBC serta bagi ODHIV.
2. Gerakan Indonesia Akhiri
TBC dengan Memulai Pengobatan Sampai Sembuh
Upaya pengobatan TBC harus dilaksanakan
secara tuntas mencapai kesembuhan. Perlu diketahui bahwa
pengobatan TBC perlu dilakukan harus memperhatikan 3T: Tepat Waktu, Tepat Cara,
dan Tepat Dosis sehingga pasien TBC dapat mencapai keberhasilan pengobatan dan
terhindar dari TBC resistansi obat.
3. Gerakan Indonesia Akhiri
TBC Akhiri Stigma
Salah satu kendala dalam pengobatan TBC
adalah masih adanya stigma di masyarakat. Dengan adanya stigma maka masyarakat
untuk melakukan pemeriksaan TBC dan dapat memperburuk kondisi pasien. Stigma
secara tidak langsung juga mengakibatkan penyebaran TBC yang lebih luas di
masyarakat. Stigma juga menyebabkan orang yang mengalami TBC menarik diri dari
lingkungan, ditolak dari pergaulan, mendapatkan diskriminasi di lingkungannya,
sulit mendapatkan pekerjaan, bahkan kehilangan pekerjaannya. Untuk itu, kita
perlu berupaya untuk bergerak menghilangkan stigma pada pasien TBC dengan menyuarakan
informasi yang benar dan mendukung pasien dengan sepenuh hati.
4.
Gerakan Indonesia Akhiri TBC untuk Generasi Emas 2045
Pencegahan TBC adalah salah satu upaya penting
untuk menjaga kesehatan anak dan generasi muda. Gerakan untuk mencegah TBC pada
generasi emas tahun 2045 diperlukan kerjasama antara pihak kesehatan, satuan
pendidikan, dan pemangku kepentingan lain yang terkait.
Yuk kita dukung dan semarakkan Gerakan
Indonesia Akhiri Tuberkulosis dan jangan lupa tetap terapkan TOOS TBC, Temukan
TBC, Obati, Sampai Sembuh!
Sumber :
World
Tubercolosis Day 2024, World Health Organization , https://www.who.int/campaigns/world-tb-day/2024
Hari Tuberkolosis (TBC) Sedunia 2024 Sebagai Peringatan, Universitas Esa Unggul, 22 Maret 2024, https://www.esaunggul.ac.id/hari-tuberkulosis-tbc-sedunia-2024-sebagai-peringatan/
Capai Eliminasi TBC dengan Semarak Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis (GIAT), Kemenkes, 21 Mar 2024, https://ayosehat.kemkes.go.id/capai-eliminasi-tbc-dengan-semarak-gerakan-indonesia-akhiri-tuberkulosis-giat





Komentar
Tulis komentar