254

Hepatitis Sedunia Tahun 2025 Bergerak Bersama: Putuskan Penularan Hepatitis

Nature  

Peringatan Hari Hepatitis Sedunia pada tahun 2025 akan jatuh pada tanggal 28 Juli. Hari ini diperingati setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit hepatitis dan mendorong tindakan pencegahan serta pengobatan.

Hepatitis adalah penyakit peradangan atau pembengkakan pada organ hati. Penyakit ini membahayakan, karena selain menular, hepatitis juga dapat menyebabkan gangguan pada organ tubuh lainnya, terutama yang berkaitan dengan metabolisme tubuh. Penyakit hepatitis dapat disebabkan infeksi virus maupun bukan infeksi. Penyebab penyakit hepatitis yang dikarenakan bukan infeksi antara lain kebiasaan minum alkohol, paparan zat beracun, konsumsi obat-obatan secara berlebihan, penyakit autoimun dan infeksi cacing hati. Secara umum ada 2 jenis hepatitis, yaitu hepatitis akut dan kronis. Hepatitis akut bisa terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat, maksimal 6 bulan. Sedangkan, hepatitis kronis berkembang secara perlahan dalam jangka waktu panjang, lebih dari 6 bulan.

Adapun gejala-gejala yang pertama kali dirasakan oleh penderita hepatitis antara lain mual dan muntah, gejala seperti flu, warna urin berubah menjadi gelap, feses atau tinja berwarna pucat, mata dan kulit berubah kekuningan, nyeri pada bagian perut, hilang nafsu makan, serta penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.

Penyakit hepatitis dapat dicegah dan diobati. Untuk pencegahannya dapat dilakukan dengan imunisasi maupun menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Berikut pencegahan hepatitis dengan imunisasi

1.    Vaksin Hepatitis A

Hepatitis A adalah penyakit hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV), dan ditularkan lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi virus HAV. Pemberian vaksin hepatitis A untuk mencegah infeksi virus HAV biasanya dilakukan 2 kali, dengan rentang waktu 6-12 bulan, kepada

a)    Anak balita

Vaksin hepatitis A pertama kali diberikan saat anak berusia 1 tahun, kemudian dosis kedua diberikan 6-12 bulan kemudian.

b)    Kelompok orang yang rentan terinfeksi

Orang-orang yang berisiko terinfeksi virus hepatitis A perlu diberikan vaksin hepatitis A. Misalnya, perawat hewan, ilmuwan peneliti dan tenaga kesehatan, penderita HIV, serta penderita penyakit hati kronis.

 

2.    Vaksin Hepatitis B

     Hepatitis B adalah penyakit hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV), dan ditularkan melalui cairan tubuh penderita, seperti hubungan seksual, transfusi darah atau dari ibu hamil ke janinnya. Pemberian vaksin hepatitis B bertujuan untuk melindungi anak-anak dan orang dewasa dari penyakit hati yang parah, termasuk kanker hati dan sirosis atau jaringan parut pada hati. Pemberian vaksin hepatitis B dilakukan dalam rangkaian tiga suntikan. Suntikan pertama diberikan dalam waktu 24 jam setelah bayi lahir. Kemudian, dosis kedua akan diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga diberikan antara usia 6 sampai 18 bulan. Meski demikian, anak-anak, remaja dan orang dewasa yang belum pernah menerima vaksin sebelumnya masih bisa mendapatkan vaksin hepatitis B. Vaksin hepatitis B juga disarankan untuk orang-orang dengan kondisi berikut ini:

a)     Memiliki pasangan yang menderita hepatitis B.

b)     Suka berganti-ganti pasangan.

c)     Sedang dalam pengobatan penyakit menular seksual.

d)     Korban kekerasan seksual.

e)     Memiliki kebiasaan berbagi jarum suntik atau alat suntik narkoba.

f)      Satu rumah dengan orang yang terinfeksi virus hepatitis B.

g)     Perawat atau tenaga kesehatan, yang berisiko terpapar cairan tubuh seperti darah dan lain-lain.

h)     Orang yang bepergian ke daerah dengan tingkat infeksi hepatitis B tinggi.

i)       Penderita penyakit hati kronis, dialisis penyakit ginjal, infeksi HIV, infeksi hepatitis C, dan diabetes.

 

Adapun pencegahan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, sehabis buang air dan setelah beraktivitas.

Mencuci bersih bahan makanan yang akan dimasak, atau buah dan sayur yang dikonsumsi langsung, serta hindari mengkonsumsi makanan mentah yang tidak jelas sumbernya.

Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, terutama sumber air.

Mengkonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta beristirahat cukup

Menghindari berbagi penggunaan barang-barang pribadi, seperti alat cukur, sikat gigi dan jarum suntik.

Menghindari konsumsi alkohol dan penggunaan narkoba atau obat-obatan secara berlebihan.

Menghindari hubungan seksual yang tidak aman, misalnya berganti-ganti pasangan atau melakukan hubungan seksual tanpa kondom.

 

Bagi penderita hepatitis masih bisa mendapatkan penanganan berupa pengobatan. Pengobatan hepatitis harus disesuaikan dengan jenis penyakitnya. Misalnya, hepatitis A, B dan E akut biasanya tidak membutuhkan pengobatan khusus, karena bisa sembuh dengan sendiri. Kalaupun ada pengobatan, sifatnya lebih untuk meredakan gejala-gejalanya, seperti demam, mual muntah dan sakit perut. Namun, pada hepatitis yang bersifat kronis seperti hepatitis B kronis, C dan D, penderitanya tidak bisa sembuh. Bagi penderita hepatitis, harus hati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan karena fungsi organ hati penderita sedang mengalami kerusakan.

 

 

Sumber:

Pentingnya Pencegahan Hepatitis di Hari Hepatitis Sedunia 2024, Kemenkes RI, https://ayosehat.kemkes.go.id/hari-hepatitis-sedunia-2024


Penulis: Kartika Kirana, S.KM

Desain cover : Kartika Kirana, S.KM

Komentar

No results found.

Tulis komentar

Matematika, contoh, 45-12 = 33