Semangat
kemerdekaan saat ini perlu kita tunjukkan dengan peduli terhadap kesehatan
khususnya bagi generasi muda. Peduli terhadap kesehatan dapat dilakukan dengan
menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan rutin cek
kesehatan. Melalui program cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum dan bagi
anak sekolah yang diselenggarakan Pemerintah, kita dapat menyemarakkan momen
kemerdekaan yang sekaligus menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045.
Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan
salah satu Program Terbaik Cepat Kepemimpinan Presiden terpilih tahun 2024-2029.
CKG dilaksanakan melalui pendekatan siklus hidup, dimulai sejak bayi baru lahir
hingga lanjut usia. Pendekatan ini difokuskan pada upaya promotif dan preventif
yang bersifat holistik, terintegrasi dan berbasis kelompok sasaran. Selain
mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum, CKG juga ditujukan pada
sasaran anak usia sekolah dengan nama Cek Kesehatan Gratis Sekolah.
Apakah CKG Sekolah ini penting? Ya CKG Sekolah itu
penting sebab bertujuan mengidentifikasi faktor risiko kesehatan agar peserta
didik tetap sehat dan tidak berlanjut faktor risikonya yang dapat menyebabkan
timbulnya penyakit, mendeteksi kondisi pra penyakit agar tidak berkembang
menjadi penyakit; dan mendeteksi penyakit lebih awal agar dapat diberikan
penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serta menurunkan risiko kecacatan
dan kematian.
Lalu siapa dan dimana saja sasaran CKG Sekolah ini dapat dilakukan? Sasaran dan tempat pelaksanaan CKG Sekolah dibagi menjadi 2 yaitu :
1. CKG Sekolah bagi kelompok sasaran peserta didik yang berada di satuan pendidikan dari kelas 1 hingga kelas 12 (seluruh peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK atau sederajat (termasuk SLB, Pesantren dan Sekolah Rakyat). Tempat pelaksanaannya di sekolah/ madrasah/ pesantren atau satuan pendidikan lain yang sederajat. Adapun yang melakukan pelayanan CKG adalah petugas Puskesmas.
2. CKG Sekolah bagi kelompok sasaran anak usia 7-17 tahun yang berada di luar satuan pendidikan. Tempat pelaksanaannya di Puskesmas
Berikut jenis pemeriksaan yang didapatkan sesuai jenjang usia anak sekolah antara lain:
1. Jenis pemeriksaan pada peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI)/ pesantren/ SLB/ Sekolah Rakyat atau satuan pendidikan lain yang sederajat atau pada anak berusia 7–12 tahun yang berada di luar satuan pendidikan meliputi: Status Gizi, Riwayat Imunisasi (kelas 1), Merokok (kelas 4, 5, dan 6), Kebugaran (kelas 4, 5, dan 6), Telinga, Mata, Gigi, Kesehatan Jiwa, Tekanan Darah, Gula Darah, Tuberkulosis, Hepatitis B dan Kesehatan Reproduksi (kelas 4, 5, dan 6).
2. Jenis pemeriksaan pada peserta didik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs)/ pesantren/ SLB/ Sekolah Rakyat atau satuan pendidikan lain yang sederajat atau pada anak berusia 13-15 tahun yang berada di luar satuan pendidikan meliputi: Status Gizi, Merokok, Kebugaran, Telinga, Mata, Gigi, Kesehatan Jiwa, Tekanan Darah, Gula Darah, Anemia (kelas 7 putra dan putri), Talasemia, Tuberkulosis, Hati (Hepatitis B dan C), Kesehatan Reproduksi; dan Riwayat imunisasi HPV (kelas 9 putri).
3. Jenis pemeriksaan pada peserta didik tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ pesantren/ SLB/ Sekolah Rakyat atau satuan pendidikan lain yang sederajat atau pada anak berusia 16-17 tahun yang berada di luar satuan pendidikan meliputi: Status Gizi, Merokok, Kebugaran, Telinga, Mata, Gigi, Kesehatan Jiwa, Tekanan Darah, Gula Darah, Anemia (kelas 10 putri), Talasemia, Tuberkulosis, Hepatitis B dan C dan Kesehatan Reproduksi.
Nah.. healthies, lengkap sekali bukan jenis pemeriksaan yang didapatkan! Yuk Ikuti CKG di Sekolahmu. Cek kesehatan sekarang untuk sehat di masa depan.
Sumber :
1. KMK Nomor HK.01.07/Menkes/770/2025 tentang Petunjuk Teknis Cek Kesehatan Gratis Sekolah
2. Cek Kesehatan Gratis Sekolah (CKG), Kemenkes RI, https://ayosehat.kemkes.go.id/agenda-kegiatan/cek-kesehatan-gratis-ckg-sekolah
Penulis: Arum Koesdyahmurti, S.KM
Desain Cover : Kartika Kirana, S.KM
Reviewer : Sri Rahayu Murtiningsih, S.ST





Komentar
Tulis komentar