79

Cegah Difteri Dengan Imunisasi

Nature  

        Difteri merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriaeCorynebacterium diphteriae dapat menyerang semua usia dan dapat menyebabkan kematian. Cara penularannya melalui percikan ludah saat batuk, bersin, bicara, serta penggunaan alat makan minum bersama.

         Gejala yang muncul dari penyakit Difteri yaitu nyeri saat menelan, demam/ tanpa demam terlihat selaput putih dalam tenggorokan dan leher bengkak. Apabila tidak ditangani segera, maka dapat menimbulkan komplikasi seperti sesak nafas, gangguan jantung hingga kematian.

         Pengobatan penyakit difteri harus dilakukan sesegera mungkin setelah timbul gejala untuk menghindari komplikasi dan kematian. Pengobatan berupa antibiotik untuk membunuh kuman dan anti difteri serum (ADS) untuk menetralisir exotoxin dari kuman difteri.

        Penyakit Difteri dapat dicegah dengan imunisasi. Berikut imunisasi yang diberikan untuk Difteri antara lain imunisasi DPT-HB-Hib lengkap sesuai jadwal pada bayi dan anak usia bawah dua tahun, imunisasi DT dan Td pada anak usia sekolah dasar serta imunisasi Td pada wanita usia subur (catin dan ibu hamil)

Imunisasi tersebut bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas. Untuk imunisasi DT dan Td pada anak usia sekolah dasar didapatkan pada saat penjaringan atau pemeriksaan kesehatan di sekolah oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas.

Selain imunisasi jangan lupa untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. Jika masyarakat menemukan orang dengan gejala nyeri menelan dan demam segera laporkan ke bidan desa, Puskesmas atau petugas kesehatan terdekat.

 

Sumber :

Pedoman Surveilans dan Penanggulangan Difteri Edisi 2018, Kemenkes RI, 2018

Seputar Imunisasi, Kemenkes RI, ayosehat.kemkes.go.id


Penulis naskah : Arum Koesdyahmurti, S.KM

Desain Cover  : Kartika Kirana, S.KM

Penyunting naskah : Sri Rahayu Murtiningsih, S.ST dan Endi Aris, S.KM

Komentar

No results found.

Tulis komentar

Matematika, contoh, 45-12 = 33